Lulus Disertasi Doktor, Ibas Menangis Kenang Ibu Ani Yudhoyono

·Bacaan 2 menit

VIVA – Politisi Partai Demokrat yang juga putra bungsu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Edhie Baskoro Yudhoyono, berhasil meraih gelar doktor. Setelah melalui sidang promosi doktor di Sekolah Pascasarcaja IPB University Bogor, Indonesia, yang dihelat melalui daring, Kamis 10 Juni 2021.

Edhie Baskoro atau yang akrab disapa Ibas itu, mengambil judul disertasi 'Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif'.

Sidang promosi doktor ini, juga dihadiri keluarga besarnya. Baik itu SBY, kakaknya Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan istri Anisa Pohan, hingga istri Ibas yakni Ruby Aliya Rajasa beserta para anak mereka.

Secara umum, pemaparan Ibas dikhususkan terkait dengan pengembangan pariwisata Labuhan Bajo, Manggarai NTT. Dimana menurutnya, pembiayaan memang sangat besar untuk sektor pariwisata. Maka harus ditunjang dengan investasi.

Ibas juga menyoroti mengenai pemberdayaan UMKM. Maka butuh bazar besar untuk Labuhan Bajo, yang mengakomodir sektor ini. Ia juga menyoroti mengenai lingkungan hidup, yang harus tetap diperhatikan dari pengembangan sektor pariwisata ini.

Terhadap presentasi ujiannya dan juga berlangsung tanya jawab, Ibas dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar doktor.

"Semua nilai adalah A, dan kehadirannya 100 persen, saudara Ibas tidak pernah bolos dalam perkuliahan," penilaian dari penguji.

Dalam sambutannya usai dinyatakan resmi menyandang doktor tersebut, Ibas mengatakan dirinya kehabisan kata-kata. Hanya bisa mengucapkan alhamdullah dan bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, serta seluruh pihak yang telah membantunya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada AHY, kakak dan juga Ketum Partai Demokrat, dan seluruh keluarga besar partai tersebut.

Ibas kemudian mengingat pesan dari orangtuanya, SBY, bahwa kehidupan adalah unversitas abadi. Ibas mulai terlihat tersedat menahan tangis. Semakin menangis ketika juga menyebut dan mengenang sang ibu, Almarhum Ani Yudhoyono.

"Memo di surga yang saya cintai," kata Ibas tak kuasa menahan tangisnya.

Dalam kondisi menangis, Ibas berharap almarhumah bisa melihatnya sekarang yang menyandang gelar doktor. Sepanjang mengenang almarhumah tersebut, Ibas berkali-kali tersedat dan menyeka air matanya.

"Aku teringat 28 Oktober 2011 memo menulis dalam buku The Calor of Harmony," kenangnya.

Almarhumah menuliskan dan memberi ucapan kepada Ibas, yang selalu mensuport dan menyanjung foto-foto hasil almarhumah yang oleh keluarga dipanggil Memo itu. Ibas terus menangis, mengenang kehangatan almarhum dan dukungan yang selalu diberikan tersebut.

"Aku berharap Memo tenang dan bahagia di surga. Insya Allah ilmu ini akan menguatkan batinku dan spirit doa akhir jaman untuk orangtuaku. Amin, I love you always Memo," Ibas sembari menyeka air matanya.

Dalam tempat yang berbeda, yang turut menyaksikan sidang promosi doktor ini, tampak Anisa Pohan dan beberapa keluarga lainnya, juga ikut menangis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel