Lulus Kuliah Tak Cuma Siap Kerja, tapi Mampu Bikin Startup

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi langkah jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, terampil, kreatif, dan inovatif supaya tetap bisa menjadi penggerak perekonomian nasional.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru saja meluncurkan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen Perguruan Tinggi Vokasi yang berbasis pada demand driven.

Artinya, riset yang digerakkan berdasarkan permintaan dan kebutuhan guna menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pasar, maupun masyarakat.

Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan alokasi anggaran sebesar Rp25,5 miliar. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan riset terapan di pendidikan tinggi vokasi merupakan bagian dari link and match antara institusi pendidikan dengan industri.

Program ini menitikberatkan pada hasil riset terapan harus berujung pada peningkatan produktivitas di industri, peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, atau dalam bentuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga impaknya dapat dirasakan secara nyata.

“Filosofi riset terapan vokasi adalah start from the end. Artinya mulai dari belakang. Ada persoalan dan kebutuhan nyata yang kemudian menjadi faktor para dosen untuk meriset. Mindset (pola pikir) ini harus dikembangkan sehingga riset bukan hanya eskplorasi intelektual si peneliti, tapi riset yang dirancang dari pergulatan peneliti dengan masalah nyata yang dihadapi industri, UMKM, dan juga masyarakat,” ungkapnya, Jumat, 25 Juni 2021.

Menurut dia, skema program riset terapan sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi, yaitu menghasilkan SDM yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan DUDI. Multidisiplin menjadi salah satu kunci pada pelaksanaan program pengembangan riset keilmuan terapan ini.

Pelaksanaan program riset terapan akan berimplikasi langsung dengan kurikulum dan project based learning (PBL). Dengan membangun ekosistem pengembangan riset terapan yang kondusif di perguruan tinggi vokasi, setelah lulus para mahasiswa diharapkan cepat terserap di dunia kerja, bahkan memiliki kemampuan untuk mendirikan startup.

“Dengan ekosistem yang dibangun ini kami berharap mereka (mahasiswa) bisa menjadi entrepreneur atau sociopreneur,” tutur Wikan. Informasi program riset keilmuan terapan dapat diakses melalui situs https://ptvp.mitrasdudi.kemdikbud.go.id/ atau https://beasiswa.vokasi.kemdikbud.go.id/. Sementara pendaftaran dibuka mulai 23 Juni hingga 6 Agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel