Lulusan Kedokteran di Samarinda Ini Beruntung Motornya Jadi Bagus setelah Dicuri

Merdeka.com - Merdeka.com - Samsul Ali (44), salah satu dari delapan tersangka kasus pencurian sepeda motor di Samarinda, Kalimantan Timur, menangis meminta maaf kepada korbannya, Ayu Aprilia (23), wanita lulusan Fakultas Kedokteran. Samsul juga merasa berdosa telah membohongi istrinya. Korban terbilang beruntung, lantaran motor yang dicuri Samsul jadi bagus.

Samsul ditangkap tim khusus kasus Curanmor Satreskrim Polresta Samarinda dua hari lalu. Dia kini mengenakan baju tahanan, dan dipertemukan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli dengan pemilik motor, Ayu Aprilia.

Kesehariannya, Samsul punya keahlian sebagai mekanik motor, dan bekerja di bengkel. Motor Yamaha Mio yang dia curi menurutnya hanya untuk digunakan sehari-hari. Meski istrinya menaruh curiga.

"Istri sempat tanya itu motor siapa? Saya bilang motor ini mau saya perbaiki, karena milik orang di bengkel. Motor ini saya cat ulang di rumah," ujar Samsul.

Samsul menangis, karena merasa berdosa mencuri motor itu dan membohongi istrinya. Setelah diciduk polisi dua hari lalu, dia akhirnya mengaku ke istrinya bahwa motor itu adalah motor curian.

"Saya minta maaf, mohon maaf ya Mbak," kata Samsul sambil menangis saat bertemu Ayu Aprilia di hadapannya.

"Iya Bapak, sudah saya maafkan. Saya terima kasih motor saya jadi bagus," kata Ayu saat merespons permintaan maaf Samsul.

Ayu adalah seorang alumni Fakultas Kedokteran. Motornya yang dia parkir hilang usai bertugas di salah satu rumah sakit di Samarinda pada 5 Januari 2023 lalu sekitar pukul 04.30 WITA.

"Jam 5 pagi saya lapor ke kantor Polisi," kata Ayu, yang seorang lulusan Fakultas Kedokteran itu.

Dua hari lalu, mendapatkan kabar dari kepolisian kalau motornya yang hilang berhasil ditemukan, berikut pelaku pencuriaannya.

"Setelah saya lihat, saya kaget motor saya kok seperti jadi bagus. Ada warna les birunya. Jadi yang berubah warna catnya dan nomor polisi. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Bapak itu," kata Ayu.

Kapolresta Samarinda Kombes Ary Fadli mengatakan, ada 8 pria pengangguran ditetapkan tersangka Curanmor, yang ditangkap sejak 1-19 Januari 2023.

Barang bukti yang diamankan ada 28 motor curian. Di mana 8 unit diantaranya, diamankan di Samarinda, dan 20 unit lainnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Motor ini rata-rata dijual ke pekerja perkebunan mulai Rp3 juta tergantung kondisi motornya. Ada juga yang dijual onderdilnya. Delapan tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya 9 tahun penjara," kata Ary. [cob]