Lulusan Luar Negeri Bergelar MSc Itu Jadi Perampok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alasan kesulitan pekerjaan menjadi alasan yang klasik bagi pelaku perampokan. Edi Gunawan (37) alias Abun dengan gelar Magister Of Science (MSc) yang disandangnya dari Monash University 2001 mengaku kesulitan mendapat pekerjaan hingga akhirnya menjadi perampok.

Edi akhirnya diringkus polisi karena terlibat sindikat pencurian rumah kosong di beberapa tempat di Jakarta. Terakhir Edi beraksi di rumah seorang purnawiraan Jendral TNI di kawasan Kembangan, Jakarta Barat dan berhasil menggondol sejumlah harta dari rumah tersebut.

Edi merupakan spesialis perampok rumah kosong. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Yazid Fanani menjelaskan modus Edi dalam mencuri di rumah mewah.

Sebelum mendatangi rumah korbannya, Edi memastikan terlebih dahulu rumah tersebut ditinggalkan majikannya, kemudian menghubungi nomor telepon rumah incarannya tersebut yang diperoleh melalui operator 108.

"Saat menelpon, Edi mengaku sebagai pemilik rumah kepada para pembantu rumah tangga yang mengangkat teleponnya," kata Kapolres di Jakarta, Senin (30/5/2011).

Kemudian kepada para pembantu, Edi yang mengaku sebagai majikannya, memeberitahukan bila saudaranya akan datang ke rumah yang dijadikan target Edi dan kelompoknya. "Jadi dia minta dibukakan pintu dan dipersilahkan masuk," imbuhr Kombes Yazid Fanani

Usai mengelabui pembantu, lalu Edi pun datang ke rumah tersebut dengan mengenakan pakaian yang bisa meyakinkan korbannya.

"Penampilannya yang rapi dan necis dengan safari dan jas membuat para pemmbantu terkecoh," ungkap Yazid.

Setelah diterima pembantu masuk ke dalam rumah korban, kemudian Edi berpura-pura minta dibuatkan makanan atau minuman. Setelah pembantu meninggalkannya sendirian di rumah, dengan leluasa Edi bisa beraksi dan menggondol sejumlah harta korbannya di dalam rumah.

"Saat itulah, Edi langsung menguras seluruh harta korbannya dan melarikan diri," terang Yazid.

Berdasarkan catatan kepolisian, lima rumah dari kawasan Taman Sari, Palmerah dan Kembangan telah menjadi korban Edi Gunawan.

Sembilan jam tangan berbagai merk, tiga untai kalung imitasi, empat buah laptop, satu Blackberry, dan satu senjata api merk Walther caliber 32 beserta surat izinnya berhasil disita polisi dari tangan Edi.

"Senjata api tersebut tidak digunakan tersangka dalam operasinya, tapi itu hasil curian dari seorang rumah purnawiran Jendral," kata Kombes Yazid.

Sebenarnya, Edi Gunawan baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Tetapi ia kembali mengulangi perbuatannya.

Kepada wartawan, Edi mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi keluarganya yang tinggal di Canberra, Australia. "Saya pusing karena setelah lulus tak juga dapat pekerjaan," ujar Edi yang memang fasih berbahasa Inggris, Jepang, Korea dan Mandarin ini.

Kini pria bergelar MSc tersebut harus memepertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara dan kini dirinya meringkuk ditahanan Polres Jakarta Barat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel