Lumpuh karena ALS, Teknologi Bantu Musisi Prancis Berkarya Lagi dengan Gerakan Mata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Guilhem Gallart atau lebih dikenal dengan nama Pone, memiliki penyakit saraf yang membuatnya harus lumpuh. Namun, kondisi itu tidak menghalanginya membuat musik dan menjadi musisi hip-hop.

Pria Prancis itu adalah pendiri grup rap Fonky Family. Dia didiagnosis amyotrophic lateral sclerosis (ALS) di tahun 2015. Penyakit saraf motorik ini adalah kondisi yang membuat lumpuh ilmuwan Stephen Hawking.

Sejak saat itu, pria yang saat ini berusia 40-an itu harus terus menerus berbaring di tempat tidur dan membutuhkan alat bantu hidup permanen.

Namun, dilansir dari France24, Selasa (22/6/2021), teknologi membantunya untuk membuat musik hanya dengan gerakan matanya.

Perangkat lunak yang digunakannya melacak gerakan matanya untuk meniru tetikus (mouse). Hal ini membuatnya mampu membuat dan menulis musik, serta berbicara dengan suara yang dihasilkan komputer.

Empat Tahun untuk Kembali Bermusik

Setelah jatuh sakit, butuh waktu sekitar empat tahun untuk Gallart benar-benar bisa kembali membuat musik.

"Bukannya saya tidak mau, tapi saya sibuk dengan hal lain seperti bertahan hidup," ujarnya.

"Saat momok kematian menghilang, sebagian besar berkat trakeotomi, saya menemukan kembali keinginan menulis musik, tetapi saya tidak berpikir itu mungkin hanya dengan mata saya," kata Gallart.

Namun, bantuan teknologi membuka segala kemungkinannya untuknya. Sang istri Wahiba mengatakan, dia telah menemukan Pone yang dikenalnya dahulu.

"Bahkan lebih kuat dari dirinya yang sebelumnya," kata Wahiba.

Menelurkan Album untuk Berdonasi

Ilustrasi Mendengarkan Musik Credit: unsplash.com/OneBrand
Ilustrasi Mendengarkan Musik Credit: unsplash.com/OneBrand

Saat ini, Gallart menggunakan respirator buatan dan tinggal di rumahnya di Tarn, barat daya Prancis, bersama sang istri dan kedua putrinya.

Berkat bantuan teknologi, Pone baru-baru ini sudah menelurkan satu mini album yang berjudul "Listen and Donate." Di sini, ia mendapat dukungan dari salah satu penulis lagu Inggris favoritnya, Kate Bush.

Dengan karyanya, Gallart berharap agar dia bisa menggalang dana untuk organisasi Trakadom, yang membantu pasien kronis menerima perawatan di rumah sakit.

Di 2019, Gallart juga mengeluarkan sebuah album yang menandai kembalinya dirinya ke dunia musik berjudul "Kate & Me." Karya ini didedikasikannya untuk kecintaannya terhadap musik dari musisi Inggris, Kate Bush.

"Jika ada sebuah pesan... semuanya mungkin terjadi," kata Gallart.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel