Lumpuhkan Begal Dapat Penghargaan, Masyarakat Diingatkan Jangan Main Hakim Sendiri

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengamat Psikolog Forensik, Reza Indragiri meminta agar masyarakat tidak salah mengartikan perintah Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno. Di mana akan memberikan penghargaan bagi warga dapat melumpuhkan tindak kejahatan seperti begal.

"Pernyataan Kapolda pada dasarnya selaras dengan sekian banyak referensi. Bahwa, tempo-tempo otoritas penegakan hukum memang memperoleh manfaat dari aksi vigilantisme. Tapi juga penting bagi jajaran Polda Lampung untuk memastikan masyarakat tidak menangkap pesan secara keliru," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (17/4).

Vigilantisme dipahami sebagai situasi ketika orang-orang mengambil peran penegak hukum tanpa diberikan kewenangan legal, tanpa mempertimbangkan apakah aksinya benar-benar berbasis keadilan atau tidak. Menghukum sampai cedera parah atau bahkan mati merupakan bentuk jamak vigilantisme.

Menurutnya, penghargaan itu dapat mengartikan bahwa masyarakat diperbolehkan membawa senjata tajam dan menghabisi begal di tempat.

"Mengerikan sekali kalau mindset vigilantisme semacam itu merajalela," ujarnya.

"Itu salah satu tafsiran keliru yang bisa terbangun ketika vigilantisme didukung. Masing-masing orang tidak lagi menganggap vigilantisme sebagai persoalan. Jadi, karena kita punya otoritas penegakan hukum, maka secara normatif semestinya tidak ada ruang bagi vigilantisme. Tapi realistis juga, apakah semua masalah masuk dalam radar otoritas itu? Tentu tidak," jelas Reza.

Katanya, ada faktor warga membawa senjata tajam demi melindungi diri. "Apalagi jawabannya kalau bukan persepsi bahwa kerja aparat penegakan hukum masih belum efektif menjamin keamanan dan keselamatan warga," tegasnya.

"Semua aksi main hakim sendiri adalah vigilantisme. Tinggal lagi otoritas penegakan hukum akan membolehkan vigilantisme terhadap kejahatan jenis apa? Juga, vigilantisme dengan bobot seperti apa yang akan diberikan penghargaan?" pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Hendro Sugiatno, menyatakan, masyarakat jangan takut melawan tindak kejahatan seperti begal. Polisi tak akan memproses warga yang membela diri dan mempertahankan harta benda maupun nyawanya jika terancam.

"Saya akan beri penghargaan warga yang dapat melumpuhkan begal," katanya, di Bandarlampung, Lampung, dikutip dari Antara, Sabtu (16/4).

Sejak masuk Lampung, dia telah menggencarkan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan terutama begal. Dia memerintahkan jajarannya menindak para pelaku tindak pidana C3.

Dia menjelaskan, C3 adalah pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tiga kejahatan ini umum disebut polisi dengan sebutan C3.

Kapolda Lampung meminta jajaran untuk menindak tegas pelaku C3 dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Lampung. Sebab ulah mereka meresahkan masyarakat.

"Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan khususnya C3 di wilayah hukum Polda Lampung ini, sampai lubang semut pun pasti akan kami kejar," ujarnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel