Luna Maya Ingin Batin Penonton Goyah Saat Nonton Rumah Kentang: The Beginning

Liputan6.com, Jakarta Setelah sukses membintangi Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, Luna Maya kembali menunjukkan akting terbaiknya dalam film terbaru. Pada 21 November 2019 mendatang, Luna Maya akan menyapa para pecinta film horor Tanah Air melalui Rumah Kentang: The Beginning. 

Rumah Kentang: The Beginning menyoroti asal muasal lahirnya mitos di masyarakat mengenai salah satu rumah di Bandung yang kerap menimbulkan aroma kentang. Dalam film yang disutradarai Rizal Mantovani ini, Luna Maya didapuk sebagai pemeran utama bersama Christian Sugiono.

Luna Maya kemudian mengatakan bahwa Rumah Kentang: The Beginning akan mengangkat kisah drama horor klasik. Beberapa jump scare dan kejutan lainnya siap memacu adrenalin penonton.

"Pasti akan ada jump scare dan scene-scene yang membuat batin kita tergoyahkan," ujar Luna Maya, dalam wawancara Facebook Live bersama Liputan6.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Peran Luna Maya

Luna Maya dan Christian Sugiono. (Daniel Kampua/Fimela.com)

Dalam Rumah Kentang: The Beginning, Luna Maya berperan sebagai Sophie, seorang ilustrator dan istri dari penulis novel bernama Adrian (Christian Sugiono). Sophie diceritakan sebagai kerabat dari pemilik rumah kentang yang lekat dengan suasana mistisnya.

 

Situasi Tegang

Luna Maya (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Luna Maya kemudian menyebutkan bahwa film yang diproduksi Hitmaker Studios ini memakai latar tahun 1980-an. Aspek tersebut diharapkan bisa lebih menggambarkan situasi mistis yang membuat bulu kuduk penonton berdiri. 

"Dari ambiance juga dibangun, dari suasana, dan dari latar belakang cerita. Jadi semua itu bisa menjadi suatu film yang menarik dan membuat kita berada dalam situasi yang tegang," ungkap Luna Maya.

 

Unsur Cerita yang Kuat

Lebih lanjut, Luna Maya mengatakan bahwa unsur kekerasan dalam Rumah Kentang: The Beginning tidak begitu ditonjolkan. Meski demikian, suasana horor dalam film ini tetap kuat dengan unsur ceritanya yang apik.

 

Membedakan

"Untuk urusan slasher dan gore-nya itu agak kurang ada di sini. Mungkin ini yang membedakan dengan film-film horor yang sedang tayang. Kita disuguhkan kembali horor klasik karena ceritanya dan kemunculan (hantu) yang tidak terduga," kata Luna Maya mengakhiri pernyataannya.

(Affiyah Tri Yuni Sari/Mgg)