Lunasi Utang, Acset Indonusa Bakal Private Placement

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST), emiten jasa pelaksana konstruksi akan menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement.

PT Acset Indonusa Tbk akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya dengan jumlah sebanyak-banyaknya 15 miliar saham masing-masing bernilai nominal Rp 100. Jumlah saham itu sebanyak-banyaknya 70,01 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah private placement.

Perseroan akan memakai dana hasil private placement untuk membayar utang perseroan sebesar Rp 939,78 triliun kepada PT United Tractors Tbk. Perseroan juga akan memakai dana private placement untuk modal kerja Rp 560,21 miliar.

PT Acset Indonusa Tbk menyatakan, pandemi COVID-19 yang terjadi sejak 2020 membawa dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Industri konstruksi yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian terdampak cukup serius yang ditandai dengan menurunnya kinerja emiten-emiten konstruksi yang tercatat di BEI.

"Perseroan turut mengalami dampak secara langsung dan tidak langsung dari pandemi COVID-19 ini dan membutuhkan penambahan modal guna memperbaiki posisi keuangan," tulis perseroan.

Sehubungan dengan hal itu, Acset Indonesia bermaksud menerbitkan saham baru melalui penambahan modal sesuai dengan POJK 14/2019 untuk menjaga keberlangsungan usaha perseroan.

Dampak Private Placement

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perseroan menyebutkan, dengan ada pelaksanaan penambahan modal ini, struktur permodalan perseroan akan membaik dan dapat mendukung perkembangan perseroan pada masa mendatang.

"Secara khusus, pelaksanaan penambahan modal memberikan alternatif sumber pembiayaan baru bagi perseroan dan dapat memperbaiki kondisi solvabilitas dengan membayar utang dan kewajiban finansial perseroan,” tulis perseroan.

Aksi korporasi ini juga akan meningkatkan nilai aset lancar perseroan dan memperbaiki likuiditas perseroan.

Perseroan menyatakan kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan akan alami penurunan atau dilusi sebesar maksimum 70,01 persen dengan asumsi jumlah lembar saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham baru.

Adapun PT Karya Supra Perkasa (KSP) berencana untuk mengambil bagian atas saham-saham baru perseroan tersebut. KSP merupakan, perusahaan yang 99,91 persen sahamnya dimiliki PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII).

Untuk melakukan aksi korporasi ini, PT Acset Indonusa Tbk akan meminta persetujuan pemegang saham pada 18 Agustus 2021.

Gerak Saham ACST

Saham ACST turun 1,89 persen ke posisi Rp 208 per saham pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Juli 2021. Saham ACST dibuka naik dua poin ke posisi Rp 214 per saham. Saham ACST berada di level tertinggi Rp 214 dan terendah Rp 208 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 757 kali dengan volume perdagangan 74.692. Nilai transaksi harian saham Rp 1,6 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel