Luncurkan Holding BUMN Pariwisata, Jokowi: Jangan Muncul Keribetan Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluncurkan InJourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, Kamis (13/1/2022). Jokowi berharap Holding BUMN Pariwisata dapat membuat pariwisata dalam negeri semakin maju serta tata kelolanya menjadi lebih efisien dan sederhana.

"Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru, atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru," kata Jokowi saat peluncuran di Lombok Nusa Tenggara Barat sebagaiman disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis.

Dia menyebut kunci agar pariwisata Indonesia dapat bergerak lebih maju adalah perbaikan manajemen dan tata kelola. Terlebih, potensi pariwisata dan pasar domestik Indonesia masih sangat besar sekali.

Jokowi mendapat laporan bahwa perjalanan domestik Indonesia mencapai 330 juta perjalanan. Angka ini bahkan masih jauh lebih tinggi dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

"Ini potensi yang besar sekali, jangan diambil oleh negara lain. Masih jauh sekali dengan wisatawan mancanegara yang mencapai hanya 17 juta perjalanan, meskipun ini juga penting," ujarnya.

Menurut dia, ada banyak perusahaan-perusahaan yang tergabung menjadi anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. Mulai dari, penerbangan, pengelola bandara, hingga hotel.

"Mulai dari penerbangan, turun, kemudian pengelolaan airport-nya, berjalan ada 120 hotel, memiliki 120 hotel, artinya jaringannya sudah ada. Kemudian kawasan pariwisata dari Nusa Dua, Mandalika, Likupang, Borobudur, ada Taman Mini," jelasnya.

"Kemudian, pernak-pernik handycraft-nya ada Sarinah di situ. Ini kalau di-holding-kan akan menjadi sebuah kekuatan yang besar," sambung Jokowi.

Sayangkan Tak Terkonsolidasi

Dia menekankan pentingnya penataan BUMN Pariwisata sebab banyak anak dan cucu perusahaan pelat merah di sektor pariwisata yang bergerak sendiri-sendiri. Padahal, seharusnya hal tersebut bisa menjadi kekuatan BUMN Pariwisata.

"Padahal asetnya bagus-bagus dengan lokasi-lokasi yang premium, yang strategis. Karena tidak terkonsolidasi, tidak efisien, tidak kompetitif, bukan menjadi sebuah kekuatan yang besar, tidak menjadi kekuatan yang besar," tutur Jokowi.

Adapun induk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung adalah PT Survai Udara Penas dengan anggota holding PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura I, Garuda Indonesia (Accessibilities); Lalu Inna Hotels & Resorts dan Sarinah (Amenities); serta Indonesia Tourism Development Corporation dan Taman Wisata Candi (Attractions).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel