Luncurkan Koleksi Tas Ramah Lingkungan Perdana, Coach Daur Ulang Bahan Kulit Sisa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Konsep ramah lingkungan makin banyak diadopsi oleh label fesyen global. Yang terbaru, Coach meluncurkan koleksi tas eco-friendly pertama di musim semi 2021 bertajuk "Coach Forever."

Dari material sampai teknik, semuanya semaksimal mungkin menerapkan prinsip lebih ramah lingkungan. Bahan kulit sisa produksi sebelumnya dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk menghasilkan produk baru. Ada pula pemanfaatan bahan yang berasal dari proses daur ulang botol PET.

Sementara, teknik pewarnaannya memanfaatkan bahan-bahan alami yang disebut sebagai vegetable tanned. Warna kuning, misalnya, diperoleh dari wortel. Sementara, warna merah dihasilkan dari buah bit.

Karena teknik pewarnaan yang berbeda, proses pembuatan masing-masing tas membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan tas konvensional. "Butuh waktu sampai dua bulan," terang Kanya Hariadi, General Brand Manager Coach Indonesia, Rabu, 10 Maret 2021.

Detail juga terlihat dalam pemilihan model. Diperuntukkan untuk jangka panjang, model yang dipilih pun bergaya Coach klasik tahun 80an, seperti Swivel Bag maupun Ergo Bag. Dengan begitu, konsumen tak perlu khawatir tas yang dibeli akan ketinggalan zaman walau musim berganti.

Sementara, penyesuaian dengan masa kini dilakukan lewat penggunaan warna-warna cerah. "Ini memang untuk di-pass on ke generasi selanjutnya," imbuh Kanya.

Di sisi lain, teknik pembuatan yang berbeda ternyata memengaruhi cara perawatan. Ia menyebut, tak seperti tas Coach biasa yang dianjurkan untuk dipoles menggunakan semir kulit khusus, koleksi ini cukup dilap kering saja. Itu pun tak perlu sering-sering. "Soalnya ini lebih delicate. Tapi walau delicate, ini durable banget," jelasnya.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Diminati Konsumen

Rangkaian tas ramah lingkungan keluaran Coach. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
Rangkaian tas ramah lingkungan keluaran Coach. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Proses produksi dengan waktu lebih lama dan bahan baku lebih banyak tentu memengaruhi harga produk. Menurut Kanya, rangkaian tas ramah lingkungan dibanderol sekitar 10--15 persen lebih tinggi dari tas biasa.

Walau begitu, kondisi tersebut tak jadi masalah. Minat konsumen cukup tinggi terhadap koleksi tas yang baru diluncurkan sekitar sepekan lalu. "Memang trennya semua bergerak ke arah ramah lingkungan sih," imbuhnya.

Itu pula yang diamini Rio Dewanto. Aktor yang juga spokesperson Coach Indonesia itu mendukung hadirnya tas-tas ramah lingkungan. "Alami memang paling bener. Dari buah, dari tanaman. Dengan Coach melakukan ini, ini bentuk support Coach terhadap lingkungan," jelas Rio.

Ia mengaku sudah mulai tertarik menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak 2017, tepatnya setelah berdiskusi panjang dengan Robi Navicula, musisi asal Bali yang juga aktivis lingkungan.

Menurut suami Atiqah Hasiholan tersebut, tanggung jawab melindungi Bumi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua orang. "Daripada kita nyalah-nyalahin pemerintah, misalnya, kita bisa ikut dukung kampanye seperti ini," sahutnya.

Timbulan Sampah Sebelum dan Masa Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: