Luncurkan Premier 2.0, HSBC Bidik Pasar Milenial Affluent yang Tumbuh Pesat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Layanan perbankan premium di Indonesia beberapa dekade lalu didominasi oleh masyarakat kelas menengah atas. Namun, beberapa tahun belakangan ini terjadi perubahan yang dinamis dan beragam.

Melihat fenomena tersebut, Bank HSBC Indonesia luncurkan layanan premier 2.0 agar dapat menyesuaikan karakter dan kebutuhan masa kini. Layanan ini juga menyesuaikan dengan perubahan kebiasaan dan kebutuhan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Premier 2.0 adalah layanan perbankan premium yang ditujukan bagi nasabah affluent. Pembaruan layanan Premier 2.0 menghadirkan sejumlah manfaat baru yang berfokus pada tujuan keluarga dan pengelolaan kekayaan secara lebih berkesinambungan dan menyeluruh.

“Kalau dulu kita pakai caranya yang old school, pendekatan konvensional, tetapi yang sekarang lebih dekat dan memiliki gaya hidup modern," Direktur Wealth dan Personal Banking Bank HSBC Indonesia Edhi Tjahja Negara, Selasa (14/09/2021).

Selain itu, Edhi menegaskan bahwa layanan baru ini juga ingin mengisi kekosongan di masyarakat akibat distorsi bisnis yang terjadi. Segmen affluent (masyarakat kalangan atas) dianggap penting karena dapat mendorong pemulihan ekonomi.

“Segmen ini potensi yang sangat penting untuk mendukung kami sebagai pangsa perekonomian di Indonesia. Menariknya, tidak hanya jumlah dalam agregat ekonomi, tetapi demografinya mengalami pergeseran,” tambahnya.

Pemaparan tersebut menjadi salah satu faktor peralihan pendekatan untuk bisa lebih dekat lagi dengan kalangan muda, seperti generasi milenial. Ketika jumlah generasi muda berkembang signifikan, momentum tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan finansial.

Keluarga Jadi Prioritas Nasabah

ilustrasi anak/Photo by Emma Bauso from Pexels
ilustrasi anak/Photo by Emma Bauso from Pexels

Pasar kelompok muda memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda seiring berjalannya waktu. Secara umum, masyarakat masih belum mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan pasar affluent di Indonesia.

Menurut riset dan survei HSBC 2020, melibatkan 885 responden berusia 26-59 tahun dari berbagai segmen affluent di delapan kota Indonesia.

Hasil survei ternyata menemukan bahwa demografi dari pasar affluent semakin banyak diminati oleh kelompok milenial. Kelompok yang dipengaruhi dan melek teknologi serta cenderung mencari kemudahan dalam sebuah produk/layanan.

“Ternyata ditemukan 52 persen pasar affluent ini berasal dari kalangan cukup muda, usianya di bawah 40 tahun” Head of Customers Propositions dan Marketing Bank HSBC Indonesia Fransisca Arnan.

Perbandingan pangsa pasar generasi sebelumnya dan sekarang memiliki perbedaan yang cukup kontras. Pandangan terkait pasar masyarakat menengah ke atas seringkali diibaratkan dikuasai oleh sekelompok orang dengan usia yang lebih tua, bukan anak-anak muda.

Sementara itu, survei membuktikan tidak hanya kelompok usia yang lebih tua saja, tetapi kelompok lintas usia juga ada terlibat di dalamnya. Keberagaman yang ada semakin tinggi dan meluas.

Akan tetapi, ada kesamaan yang ditemukan dari setiap kelompok usia, yaitu ingin berinvestasi untuk keluarga. “Para nasabah affluent ini sangat memikirkan kesejahteraan dan rasa aman untuk keluarga mereka masing-masing,” tambah Fransisca.

Kebutuhan yang Jadi Prioritas

Ilustrasi kebahagiaan finansial | unsplash.com
Ilustrasi kebahagiaan finansial | unsplash.com

Tiga hal yang menjadi prioritas para nasabah terhadap diri sendiri dan keluarga semenjak pandemi adalah pengelolaan kekayaan, biaya pendidikan anak di masa mendatang, dan kebutuhan sehari-hari.

Melihat tiga kebutuhan utama yang menjadi prioritas nasabah, bank memberikan layanan manajemen kekayaan yang menyeluruh, seperto financial health check secara rutin. Tujuannya agar nasabah dapat mendapatkan wawasan berkala mengenai kondisi pasar terkini.

Kedua, transaksi investasi kapanpun dan di mana pun, seperti transaksi jual beli obligasi di pasar sekunder secara daring. Ketiga, pemberian status juga diluncurkan bagi nasabah yang ingin membuatkan tabungan untuk anak-anak mereka seperti HSBC Premiere Next Gen (teruntuk yang berusia 17-28 tahun).

Lalu, untuk permasalahan pendidikan anak, perusahaan memberikan pengelolaan keuangan anak yang bersekolah di luar negeri dengan pengiriman dana hingga USD 100 ribu (Rp1,42 miliar) yang dilakukan dengan real time ke 30 negara melalui Global Transfer.

“Nasabah yang tengah merencanakan pendidikan atau bersekolah di luar negeri bisa menikmati berbagai fasilitas tanpa biaya tambahan,” papar Fransisca.

Hadirnya layanan ini diharapkan nasabah dapat berfokus pada pemenuhan tujuan keluarga dan pengelolaan kekayaan yang berkesinambungan dan merata.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel