Luncurkan Produk Baru, Phapros Optimistis Dongkrak Pertumbuhan Kinerja

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Phapros Tbk (PEHA) melakukan inovasi penelitian dan pengembangan (research and development) sebagai langkah maju untuk mendorong pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Jelang akhir tahun 2021 ini, PT Phapros Tbk (PEHA) meluncurkan produk baru. Yaitu Cardismo extended release (Cardismo XR), yang merupakan obat untuk penyakit jantung dan kardiovaskular.

"Phapros optimis kinerja dan pertumbuhan double digit dalam 3 tahun ke depan akan dihasilkan oleh produk baru yang inovatif ini,” ujar Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko dalam keterangan resmi, Selasa (28/12/2021).

Adapun salah satu pertimbangan pihaknya mengembangkan produk tersebut karena jumlah penderita penyakit jantung dan kardiovaskular di Indonesia yang masih cukup tinggi bahkan berpotensi meningkat di masa depan.

Sekitar 15 dari 1.000 orang atau saat ini terdapat 4,2 juta orang yang menderita penyakit kardiovaskular, dan 2.784.064 di antaranya menderita penyakit jantung.

Hadi menambahkan, Cardismo XR yang terbuat dari bahan aktif Isosorbid mononitrat ini merupakan pengembangan dari produk Cardismo Phapros sebelumnya. Perbedaannya adalah produk ini merupakan tablet lepas lambat atau extended release (XR).

Jika sebelumnya penderita penyakit jantung koroner harus minum obat 2 - 3 kali sehari, dengan Cardismo XR ini pasien cukup mengonsumsi 1 kali sehari dengan efektivitas yang dapat dirasakan selama seharian, sehingga, diharapkan kenyamanan dan kepatuhan pasien dalam meminum obat ini.

Hingga kuartal III tahun ini, Perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 9,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan itu ditopang dari kinerja segmen etikal branded. Bahkan produk di segmen Etikal Branded mengalami Pertumbuhan penjualan yang signifikan hingga sebesar 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, PT Phapros Tbk juga mencatatkan pertumbuhan laba usaha sebesar 2,6 persen dibandingkan periode sama pada 2020.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertumbuhan Segmen Obat Etikal

Hadi mengatakan, pertumbuhan segmen obat etikal yang signifikan ini sangat dipicu oleh mulai banyaknya masyarakat yang berobat di rumah sakit pada kasus-kasus non Covid.

Dia menuturkan, industri farmasi dikategorikan sebagai moderate raised industry pada masa pandemic Covid-19 yang ditandai dengan meningkatnya permintaan akan vitamin dan obat yang terkait Covid-19, tetapi mengalami penurunan permintaan di segmen obat non-covid.

"Dengan meningkatnya performa segmen obat etikal branded yang utamanya digunakan melalui peresepan dokter di klinik/ RS, maka menandakan saat ini masyarakat sudah mulai berani menjalani pengobatan non-covid di rumah sakit yang mungkin sempat tertunda selama pandemi," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel