Lupakan Euforia, Helmut Marko Minta Red Bull Fokus pada Pengembangan

Ronald Vording
·Bacaan 2 menit

Musim lalu, pembalap utama Red Bull, Max Verstappen berhasil mengancam eksistensi para pembalap Mercedes baik dalam sesi latihan bebas, kualifikasi maupun balapan.

Bahkan pilot muda asal Belanda itu mampu mengasapi Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas di GP Abu Dhabi. Tentu saja prestasi tersebut membuat tim sangat gembira.

Respons berbeda diperlihatkan Marko. Ia justru melihat juara bertahan konstruktor sengaja memperlambat kecepatannya. Kendati demikian, mereka masih mampu menempatkan dua pembalapnya di tiga besar.

Oleh karena itu, Red Bull perlu melanjutkan pengembangan dan mencari solusi permasalahan musim lalu.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi upaya peningkatan performa Mercedes atau tim lainnya selama musim dingin.

Baca Juga:

Kalahkan Rekan Setim Jadi Kunci Sukses Verstappen Red Bull-Mercedes Satu Suara soal Bahan Bakar Berkelanjutan

“Kami tidak akan mengubah atau memperlambat pengembangan. Kami akan lanjut berkembang seperti kami akan menuntaskan timbunan masalah,” ujarnya kepada F1 drivers.

“Kami telah mendekati mereka pada balapan musim 2020. Kami seharusnya bisa memenangi balapan kedua di Bahrain, seandainya Max tidak diusir keluar trek oleh Charles Leclerc.

“Kami lebih baik mempersiapkan diri, tapi tentu kami perlu menunggu dan melihat seperti apa Mercedes.”

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah potensi kehilangan downforce sesuai aturan baru.

“Kami kira kami dapat menanggung kerugian akibat aturan baru. Tentu, setiap tim juga percaya itu,” katanya.

Helmut Marko juga berharap mendapat pasokan mesin terbaik dari Honda pada musim terakhir pabrikan Jepang itu di F1.

“Honda memberi kami sinyal positif. Sejauh ini, mereka telah memenuhi semua perkataan,” ia menjelaskan kepada Auto, Motor und Sport.

“Musim lalu, kami selalu terpaut setidaknya 0,3 detik. Kami berharap bisa lebih dekat lagi, tentu saja.

“Mercedes punya masalah dengan reliabilitas belakangan ini, saya harap mereka bisa fokus sedikit lagi kepada (problem) itu daripada menemukan tenaga ekstra. Itu mungkin membawa hal-hal sedikit lebih dekat.”

VIDEO: Seperti apa kombinasi Red Bull-Honda? Reporter pit Jack Plooij memperkirakan.