Lurah Srengseng Sawah: 7 dari 13 Warga Sudah Dinyatakan Negatif Covid-19

·Bacaan 1 menit
Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Lurah Srengseng Sawah, Adhi Suryo mengatakan sejumlah warga di RT4/RW2, Jagakarsa, Jakarta Selatan telah dinyatakan negatif Covid-19.

"Sekarang, Jumat kemarin yang dari 13 itu yang positif, yang lain udah 7 negatif," kata Adhi saat dihubungi, Minggu (30/5/2021).

Lanjut dia, enam orang yang terpapar Covid-19 masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Selain itu, kawasan RT tersebut hingga saat ini masih dilakukan pembatasan aktivitas warga untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

"Masih (penutupan) karena warganya (masih ada yang positif). Penutupan, bukan lockdown, tapi mengurangi lalu lalang," jelas Adhi.

Diduga Karena Mudik

Sebelumnya, satu kawasan Rukun Tetangga (RT) di Jagakarsa, Jakarta Selatan menerapkan lockdown atau penguncian wilayah skala mikro setelah 13 warga positif Covid-19 yang diduga tertular usai melaksanakan mudik dan halal bihalal.

Kawasan permukiman yang menerapkan penguncian wilayah lokal itu yakni RT4/RW2 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa.

"Di lingkungan itu klasternya banyak, dari klaster pulang kampung dan klaster halal bihalal, terpaksa kami lockdown," kata pengurus RW4 Ferni di Jakarta seperti dikutip Antara, Senin (24/5/2021).

Ia menuturkan, dari 13 warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19, empat di antaranya adalah anak-anak. Dari 13 warga itu, sebanyak enam orang di antaranya dirawat di rumah sakit dan tujuh orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Dua di antara 13 warga tersebut, lanjut dia, merupakan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai kembali ke Jakarta.Sementara itu, suasana permukiman warga di RT4/RW2 Srengseng Sawah, Jagakarsa terlihat sepi dari aktivitas warga sejak menerapkan penguncian wilayah mulai Minggu (23/5/2021) kemarin.

Akses ke gang itu sudah dipasang portal pembatas larangan masuk dan dipasang spanduk bertuliskan bahwa wilayah tersebut dalam pantauan khusus terkait penularan Covid-19.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel