Lurah Susan Masuk Kantor Sabtu dan Minggu

TEMPO.CO, Jakarta - Selain doyan blusukan, Susan Jasmine Zulkifli punya kebiasaan yang tidak biasa sebagai Lurah Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ketika semua pegawai negeri sipil (PNS) menikmati libur Sabtu-Minggu, Lurah Susan memilih tetap ngantor.

"Biasanya datang selepas zuhur. Sekira pukul 1 siang," kata Bembi Setiawan, penjaga malam kantor Lurah Lenteng Agung, Sabtu pagi, 24 Agustus 2013. "Pulang-pulangnya malam."

Biasanya, pada hari libur, Lurah Susan akan mengebut berkas-berkas warga yang menumpuk di mejanya. Mulai dari pembuatan kartu keluarga sampai surat pengantar yang memerlukan tanda tangannya.

"Sering juga saya dapat tugas ngecat trotoar depan dan bersih-bersih sekitar kantor," Bembi menambahkan.

Menurut Bembi, kebiasaan Lurah Susan sudah dimulai sejak lurah itu bertugas di Lenteng Agung mulai Juli lalu. Bahkan, sampai kini, tiap Sabtu-Minggu, Lurah Susan belum pernah absen ngantor.

"Pokoknya kantor lurah tak boleh kosong," kata Bembi.

Bembi, yang sudah dua tahun bekerja sebagai penjaga malam di kantor Lurah Lenteng Agung, mengaku kebiasaan yang tidak biasa dari Lurah Susan itu menyenangkan sekaligus menyebalkan. Gara-gara suka ngantor saat libur, banyak staf merasa diajak lebih rajin. Tapi, tidak sedikit yang merasa "dipaksa" kerja, padahal seharusnya mereka libur.

"Ya, bawahannya yang keteteran, libur-libur, kok, tetap masuk. Pokoknya, ibu itu (Lurah Susan) ingin kantor lurah enggak boleh kosong. Harus ada kegiatan setiap hari," kata Bembi.

Nama Susan Jasmine Zulkifli mengemuka setelah sebagian warga Lenteng Agung menolak keberadaannya dan mengancam akan mendemo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jika penolakan mereka tak digubris. Sebagian warga itu menilai Susan yang Nasrani tidak pantas memimpin Lenteng Agung yang mayoritas muslim.

KHAIRUL ANAM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.