Lutfi Hasan Dikenal Dermawan, Pernah Kontrak Rumah

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Raid, pemilik warung makan, Warung Tegal di sekitar rumah Luthfi Hasan Ishaaq menceritakan, Luthfi sempat tinggal bersama keluarganya dengan mengontrak sebuah rumah yang terletak di samping rumah mewah yang ditempatinya sekarang.

"Dulu dia ngontrak rumah, tahunan. Rumah kontrakannya, nih ada di belakang (warteg). Yang punya Haji Barnawi. Tapi, sekarang rumahnya ditempati sama anaknya," kata Raid

Raid, mengatakan Luthfi terbilang seorang dermawan. "Dia bagus kalau urusan untuk sedekah. Waktu lebaran kurban kemarin, dia kasih 5 kilogram daging setiap rumah. Semua rumah di sekitar sini dikasih, saya juga dikasih, yang rumah gede di depannya itu semua juga dikasih. Potong kurbannya di rumahnya sama di kantor partainya," kata Raid.

Saat TRIBUNnews.com mendatangi bekas rumah kontrakan Luthfi Hasan Ishaaq, pemilik rumah tidak berada di tempat. Penjaga rumah bernama Ocid (51) mengatakan majikan atau putra dari H Barnawi, belum pulang kerja.

"Tapi, kalau mau nanya-nanya sama Pak Barnawi, rumahnya ada di depan. Itu," kata Ocid.

Saat didatangi, rumah yang dimaksud juga tidak ada sang tuan rumahnya. Hanya ada dua orang pembantu, dan seorang di antaranya bernama Ny Ai (49). Ai yang sudah sekitar 10 tahun bekerja di rumah Haji Salam itu membenarkan Luthfi pernah mengontrak rumah milik majikannya. "Iya, Pak Luthfi lima tahun ngontrak rumah ini, sampai rusak enggak pernah dibenerin. Rumah Pak Luthfi sekarang yang di depan itu," kata Ai.

Ditemui di kediamannya, Mamat, Ketua RT tempat Luthfi tinggal, membenarkan warganya yang Presiden PKS itu baru dua tahun menjadi warganya. Namun, ia mengaku tidak tahu latar belakang keluarga Luthfi.Abdul Qodir/Bahri Kurniawan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.