M. Bassam buka kran emas DKI Jakarta dari taekwondo

·Bacaan 2 menit

Atlet taekwondo Muhammad Bassam Raihan membuka kran perolehan medali emas bagi Kontingen DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah mampu meraih hasil terbaik pada babak final Kyorugi senior putra U-58.

Bertanding di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Jayapura, Jumat, atlet andalan ibukota ini sukses mengandaskan wakil Jambi Farel Patra Syaifullah dengan skor yang cukup telak 40-26 yang selanjutnya meraih perak. Perunggu untuk wakil Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Berlaga dari sudut merah, Bassam yang juga merupakan atlet nasional ini pada ronde pertama tampil cukup trengginas meski postur tubuhnya lebih pendek dibandingkan lawan. Beberapa kali tendangan mampu mengenai kepala sehingga mampu mengakhiri ronde pertama dengan 14-6.

Baca juga: Tiga atlet Jabar masuk semifinal di hari pertama cabang taekwondo


Memasuki ronde kedua, atlet ibukota ini di babak semifinal mengalahkan Hendro dengan skor telak 33-7 tampil lebih cekatan. Beberapa kali tendangan ke kepala yang membuahkan lima poin bisa dilakukan. Kondisi berbeda dialami sang lawan yang kelihatan kelelahan.

Wakil Jambi sebenarnya berusaha mengejar ketertinggalannya, namun justru memberi poin untuk lawan karena melakukan kesalahan. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Bassam sehingga mampu membuat selisih poin ronde kedua melebar menjadi 25-18.

Meski unggul, Bassam tetap tampil agresif di ronde pamungkas. Kombinasi tendangan ke badan dan kepala terus dilakukan. Dukungan suporter di tribun mampu membuat Bassam tampil lebih tenang. Hasilnya wakil DKI Jakarta ini mampu menyelesaikan laga dengan 40-26 dan mempersembahkan emas pertama taekwondo untuk kontingen ibukota.

Baca juga: Dinggo yakin jadi taekwondoin terbaik di kelas 68 kg pada PON Papua

"Hasil yang luar biasa di PON pertama saya. Ini adalah berkat doa orang tua, pelatih dan rekan-rekan atlet semuanya. Kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini," kata Bassam usai menerima medali.

Menurut dia, hasil di PON Papua akan dijadikan pijakan untuk meraih hasil yang terbaik meski atlet kelahiran Tangerang Selatan 19 tahun yang lalu ini pernah menyumbangkan medali perunggu di SEA Games 2019 Manila, Filipina.

"Saya akan terus berusaha dan berlatih lebih keras lagi," kata mahasiswa Universitas Negeri Jakarta itu.

Pada hari pertama pertandingan taekwondo PON Papua ini mempertandingkan lima kelas yakin senior putra U-58, U-68, U-87, senior putri U-67 dan U-73.

Baca juga: Jabar bertekad sapu bersih emas taekwondo nomor poomsae

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel