M Lutfi Sebut Serapan Anggaran Kemendag 2020 Terbaik 4 Tahun Terakhir

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memaparkan bahwa realisasi anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencapai 93,31 persen atau sebesar Rp3,24 triliun dari pagu anggaran Rp3,74 triliun pada 2020. Anggaran tersebut termasuk anggaran stabilisasi harga pangan, seperti harga gula sebesar Rp1,12 triliun.

Menurut Lutfi, penyerapan anggaran tersebut merupakan yang terbaik selama empat tahun terakhir yang rata-rata hanya mencapai 89,09 persen.

“Tentunya, harapan kami bahwa ke depan capaian ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan anggaran yang tersedia dan memperbaiki kendala teknis dan administrasi yang masih dihadapi,” kata Mendag saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI yang disiarkan virtual, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: Pemerintah akan Terbitkan Aturan Vaksin Gotong Royong Usulan Pengusaha

Lutfi memaparkan, 89,3 persen dari pagu anggaran itu atau sebesar Rp3,07 triliun, dikelola oleh satuan kerja (satker) yang ada di pusat. Penggunaannya untuk pencapaian target kinerja sesuai dengan rencana kerja dan anggaran Kemendag Tahun 2020.

Sedangkan, sebesar Rp398,8 miliar atau 11,57 persen lainnya dilaksanakan oleh satker di daerah. Penyerapan dilakukan melalui dana dekontrasi dan tugas perbantuan.

Lebih lanjut Lutfi mengatakan, tiga capaian strategis Kemendag sepanjang 2020. Yakni meningkatnya pertumbuhan ekspor barang nonmigas yang bernilai tambah dan jasa melalui neraca perdagangan barang yang ditargetkan 1,5 miliar dolar AS dapat terealisasi sebesar 21,7 miliar.

Selain itu, pertumbuhan ekspor nonmigas yang ditargetkan akan tumbuh 13,5 persen dapat terealisasi minus 0,6 persen. Kemudian, jumlah kerja sama perdagangan yang dibidik 14 kesepakatan, mampu terealisasi 15 perjanjian perdagangan dengan capaian 107,14 persen.

Capaian strategis kedua yakni mewujudkan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan melalui inflasi pangan yang bergejolak. Dengan target 3,2 plus minus 1 dan dapat terealisasi sebesar 3,62 persen dengan capaian 100 persen.

Ketiga adalah capaian strategis untuk mengoptimalkan peranan perdagangan berjangka, Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan nilai transaksi perdagangan berjangka komoditas yang ditargetkan 5 persen, dapat terealisasi sebesar 7,74 persen dengan capaian 154,8 persen. (Ant)