MA Bebaskan Mantan Bupati Pasuruan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mantan Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Dade Angga, bebas dari hukuman setelah Mahkamah Agung menyatakan kasasi yang diajukan oleh penuntut umum tidak dapat diterima atau "NO".

Anggota majelis hakim kasasi tersebut, Krisna Harahap, di Jakarta, Kamis, saat dikonfirmasi membenarkan permohonan kasasi yang diajukan oleh penuntut umum tidak dapat diterima.
"Permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, tidak dapat diterima," katanya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Jawa Timur pada 2 Desember 2010 memvonis bebas Dade Angga, karena dakwaan tindak pidana korupsi dana kas daerah senilai Rp74 miliar tidak terbukti.

Krisna menyebutkan majelis hakim yang bersidang dalam kasasi tersebut, yakni, Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan Syamsul Chaniago. "Majelis hakim membenarkan putusan Pengadilan Negeri Sidoardjo tanggal 2 Desember 2010 yang berisi pertimbangan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (vrijspraak)," demikian dijelaskan oleh Krisna Harahap.

Disebutkan, mantan Bupati tersebut didakwa terlibat pencairan dana Kas Daerah Kabupaten Pasuruan sebesar Rp10 miliar yang kemudian dimasukkan ke rekening tabungan Indra Kusuma, Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang dalam perkara terpisah telah dijatuhi hukuman 15 tahun oleh pengadilan.
Dana tersebut merupakan bagian dari dana Pemkab Pasuruan, lebih dari Rp70 miliar, yang sengaja dipindahkan dari Bank Jatim ke Bank Bukopin untuk mengejar bunga yang lebih tinggi.

Krisna Harahap menjelaskan putusan MA tersebut tidak lahir dengan bulat karena Ketua Majelis, Artijo Alkostar mempunyai pendapat lain (dissenting opinion) yang menyatakan Dade Angga bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi.

Ia menambahkan sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum, menurut ketua majelis, terdakwa harus dipidana selama delapan tahun penjara.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.