MA gelar sidang gugatan pembatalan Obamacare di tengah meluasnya pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Washington (AFP) - Pemerintahan Presiden Donald Trump yang dalam proses transisi melakukan upaya terakhir menghancurkan program kesehatan "Obamacare" di Mahkamah Agung AS, Selasa, sehingga bisa membatalkan asuransi kesehatan untuk jutaan orang di tengah pandemi.

Mahkamah Agung akan mendengarkan argumen dalam kasus yang sudah lama berkembang mengenai konstitusionalitas Undang-Undang Perawatan Terjangkau 2010 di mana pemerintah presiden Barack Obama saat itu berusaha memberikan asuransi kesehatan kepada rakyat yang tak mampu mendapatkan asuransi.

Sejak menjabat pada 2017, Trump telah berusaha melemahkan ACA, pertama dengan mengikis sebuah ketentuan utama melalui undang-undang, dan kemudian berusaha membatalkannya sama sekali, mendukung gugatan Texas dan beberapa negara bagian yang dipimpin oleh Partai Republik.

Setelah pengadilan distrik dan banding federal memenangkan Texas, kasus itu naik banding awal tahun ini kepada sembilan hakim Mahkamah Agung setelah diajukan California dan negara bagian yang mendukung ACA.

Tambahan tiga hakim konservatif yang dimasukkan Trump ke Mahkamah Agung sejak 2017 bisa cukup membatalkan undang-undang ACA.

Tapi melakukan itu bisa jadi sangat buruk.

Lebih dari 20 juta warga Amerika diasuransikan di bawah hukum itu, termasuk warga dewasa miskin yang dapat mengakses program Medicare yang biasanya terbuka hanya untuk pensiunan di atas 65 tahun; kaum muda berusia 26 tahun atau kurang yang dicakup ACA dalam asuransi orang tua mereka; dan orang-orang yang sudah memiliki kondisi medis sebelumnya yang menyebabkan mereka tidak akses ke asuransi kesehatan komersialnya ditolak.

Dan gugatan hukum itu muncul di tengah pandemi Covid-19 yang telah membuat lebih dari 10 juta warga Amerika terinfeksi virus itu.

Meskipun dia menyerang ACA, berusaha memangkas anggaran dan layanan terkait, Trump belum memberitakan alternatif yang akan menutupi mereka yang kehilangan asuransi jika sampai undang-undang itu dibatalkan.

"Obamacare akan digantikan dengan yang JAUH lebih baik, dan JAUH lebih murah, alternatif jika dimatikan di Mahkamah Agung," klaim Trump melalui cuitan September.

Sidang Selasa muncul sepekan setelah Trump dikalahkan dalam pemungutan suara untuk masa jabatan kedua calon calon Demokrat Joe Biden.

Biden adalah wakil presiden Obama saat ACA dibentuk dan berjanji meningkatkannya.

Meskipun program tersebut terbukti populer, program ini dalam bahaya dari sudut hukum teknis di Mahkamah Agung yang telah membelok tajam ke kanan sejak Trump berkuasa.

Pada 2012 Mahkamah Agung memberikan suara 5 lawan 4, untuk menguatkan UU itu sebagai konstitusional. Hakim Agung John Roberts, seorang konservatif moderat, memihak empat hakim liberal di MA untuk memutuskan kasus tersebut.

Tetapi sejak itu Trump telah menunjuk tiga hakim baru, semuanya konservatif. Itu, bahkan tanpa suara Roberts, memberi mereka lima suara dari sembilan suara.

Semua mata akan tertuju kepada hakim terbaru, Amy Coney Barrett, yang pengangkatannya dilakukan oleh Trump pada Oktober, dengan mengatakan dia ingin Barrett dalam posisi membantu memutuskan kasus pemilu apa pun serta kasus ACA.

Saat masih menjadi profesor hukum, dia mengkritik alasan Roberts dalam keputusan 2012 untuk menegakkan ACA.

Dia sangat ditekan oleh Demokrat selama audiensi konfirmasi Senat bulan lalu tentang pandangannya tentang program dan harapan Trump terhadap dia.

"Saya tidak memusuhi ACA," kata dia. "Saya tidak berjanji kepada siapa pun. Saya tidak punya agenda apa pun."

Apa pun keputusan pengadilan, kemungkinan tidak akan diketahui sampai tahun depan, mungkin setelah Trump meninggalkan jabatannya dan Biden menjadi presiden pada 20 Januari.

pmh/cl