MA Kabulkan Peninjauan Kembali Pollycarpus

TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pollycarpus Budihari Priyanto, terdakwa kasus pembunuhan aktivis Munir. Dalam situs Mahkamah Agung tertulis, PK yang diajukan untuk kasus pembunuhan dan surat palsu dengan pemohon Pollycarpus dikabulkan mahkamah.

Majelis hakim yang memutus perkara ini pada 2 Oktober 2013 adalah Sofyan Sitompul, Dudu D Machmudin, Sri Murwahyuni, Salman Luthan, M Zaharuddin Utama, dan Amin Safrudin. Perkara ini tercatat dengan nomor register 133 PK/PID/2011. Pollycarpus yang sebelumnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dengan putusan ini jadi mendapat hukuman  14 tahun penjara.

Pengacara Pollycarpus, M. Assegaf yang dihubungi Tempo mengatakan pihaknya bersyukur atas putusan ini. "Sejak awal kami berjuang mati-matian. Kami bersyukur MA mengabulkan," katanya Ahad, 6 Oktober 2013.

Menurut Assegaf, Pollycarpus memang tak bersalah. Namun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia dijatuhi hukuman pidana 14 tahun penjara. Assegaf menduga hukuman ini dipaksakan lantaran desakan dari masyarakat.

"Banyak lembaga swadaya masyarakat yang mendesak," ujarnya. Saat Pollycarpus mengajukan banding pun, kata dia, Pengadilan Tinggi Jakarta menolak upaya banding yang diajukannya, sehingga membuatnya tetap mendekam di penjara.

Pollycarpus, kata dia, mulai mendapat keadilan saat putusan kasasinya dikabulkan oleh Mahkamah Agung. Hakim tingkat kasasi mengurangi masa tahanannya menjadi 2 tahun. Ia sempat menghirup udara bebas setelah menjalani hasil putusan kasasi itu.

Namun, kejaksaan lalu mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. dalam putusannya, Pollycarpus divonis bersalah dengan hukuman lebih berat menjadi 20 tahun. Tidak terima dengan itu, dia mengajukan langkah peninjauan kembali balik.

NUR ALFIYAH| JULI

Terhangat

Ketua MK Ditangkap| Amerika Shutdown| Edsus Lekra| Info Haji

Berita Terpopuler

Ketua KPK Tak Takut pada Atut

Atut Kumpul dengan Keluarga dari Banten di Jakarta

Ratu Atut Punya Rumah Mewah di Bandung

SBY Copot Akil sebagai Ketua MK

Ratu Atut Sering ke Bandung Dikawal Polisi Banten

Rano Karno Mulai Digadang-gadang Geser Ratu Atut

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.