MA kabulkan PK, anak-anak Dhani-Maia bebas pilih pengasuhan

MERDEKA.COM. Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh musisi Ahmad Dhani terhadap gugatan cerai Maia Estianty atas hak asuh atas ketiga putranya, Ahmad Al Gazali atau Al, El Jalaluddin Rumi atau El, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani atau Dul. Dalam putusan ini, MA membebaskan ketiga anak hasil pernikahan Dhani-Maia memilih pengasuhan.

"Di PK, perceraian dikabulkan, tapi anak-anak bebas memilih kepada siapa dia mau ikut," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur sat dihubungi di Jakarta, Senin (27/5).

Putusan ini dijatuhkan secara bulat pada 14 Mei 2013. Majelis hakim yang menangani PK ini terdiri dari Hakim Agung Ahmad Kamil selaku ketua majelis dengan dua orang anggota yaitu Hakim Agung Rifyai Ka'bah dan Abdul Gani.

"Majelis menganggap ketiga anak Dhani-Maia sudah dewasa dan bisa memilih apakah mau ikut ibunya atau ayahnya," kata Ridwan.

Terkait putusan ini, Dhani melalui kuasa hukumnya, Samsul Huda menyatakan apa yang ditetapkan MA sudah benar dan adil. Samsul pun menyatakan putusan ini merupakan kado ulang tahun Dhani yang ke-41.

"Tanggal 26 Mei kemarin Dhani ultah. Dia ngomongnya, ini hadiah ultah lah. Putusan ini yang benar sesuai diminta sama Maia," ujar Samsul.

Sebelumnya, Maia mengajukan gugatan cerai Dhani ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 16 November 2007. Gugatan itu dikabulkan pada 23 September 2008 dan memberikan hak asuh atas ketiga anak itu kepada Maia serta mewajibkan Dhani memberikan nafkah sebesar Rp 7,5 juta setiap bulan kepada masing-masing anak.

Namun demikian, Maia tidak bisa menggunakan hak asuh itu lantaran Dhani tidak memberikan izin mendekati anak-anaknya. Keduanya kemudian mempermasalahkan hak asuh itu sehingga Dhani mengajukan Kasasi. MA kemudian menolak pengajuan Kasasi Dhani dan menguatkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.