MA Kabulkan PK Dolly, Eks Direktur PTPN III

·Bacaan 1 menit

VIVAMahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh mantan Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Paragutan Pulungan.

Dolly merupakan terdakwa kasus suap Distribusi Gula di PTPN III (Persero) Tahun 2019.

Hukuman Dolly menjadi empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Tingkat Pengadilan Tipikor Jakarta, Dolly divonis lima tahun penjara.

"Perkara no. 237 PK/Pid.Sus/2021 dalam perkara Terpidana Dolly Parlagutan Pulungan, amar putusan mengabulkan permohonan PK Pemohon/Terpidana, batal putusan judex facti," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro kepada awak media, Rabu, 14 Juli 2021.

Andi menjelaskan, alasan dikabulkannya PK Dolly lantaran Pemohon PK adalah korban pemerasan dengan ancaman kekerasan dan penipuan yang dilakukan oleh saksi Arum Sabil.

Adapun putusan tersebut dijatuhkan pada hari Senin, 12 Juli 2021 oleh Majelis yang dipimpin Suhadi sebagai ketua majelis hakim dan didampingi oleh Mohammad Askin dan Eddy Army.

Sebelumnya, Dolly telah divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan, karena dinilai terbukti menerima suap sebesar 345 ribu dolar Singapura dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi terkait distribusi gula.

Namun vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yang menuntut agar Dolly divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel