Ma' Nene, Ritual Leluhur Penarik Magnet Turis Datang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah terus berupaya mengenalkan pariwisata dan budaya Indonesia. Tak hanya berfokus ke turis mancanegara, wisatawan lokal pun digaet untuk lebih rajin plesiran di negeri sendiri dan menyumbang ke devisa negara.

Sejatinya, banyak lokasi wisata maupun ritual budaya yang menarik dinikmati. Tengok saja lokasi wisata di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Tempat wisata di Tana Toraja sudah tidak perlu dipertanyakan lagi daya tariknya. Mulai dari wisata kebudayaan hingga wisata alam memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain.

Upacara Rambu Solo mungkin kerap didengar dan dikenal para wisatawan. Upacara kematian yang diselenggarakan secara meriah dan menghabiskan dana yang cukup besar itu memang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun asing.

Ritual Ma' Nene' di Toraja. (Fotografer: Allako Pasanggang)
Ritual Ma' Nene' di Toraja. (Fotografer: Allako Pasanggang)

Namun ada satu lagi ritual dari Toraja yang masih juga berkaitan dengan kematian yang sangat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke Tana Toraja. Ma’Nene, begitulah nama ritual ini dikenal.

Masyarakat Toraja dikenal memiliki kehidupan yang sangat menghormati para leluhurnya. Nah, Ma'Nene menjadi salah satu bentuk penghormatan ke leluhur.

Ritual unik dan misterius ini merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah meninggal dunia ratusan tahun lalu.

Walaupun ritual ini tak bisa setiap saat dilihat, beberapa daerah di Tana Toraja masih rutin melaksanakan ritual tersebut setiap tahunnya.

Seorang anggota keluarga sedang membersihkan jenazah kerabat yang diawetkan selama ritual adat yang disebut
Seorang anggota keluarga sedang membersihkan jenazah kerabat yang diawetkan selama ritual adat yang disebut

Seperti dikutip dari lama resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Jumat (16/4/2021). Ritual Ma' Nene' dilakukan dengan cara mengeluarkan peti dan jenazah dari Patane (Kuburan berbentuk rumah) atau liang.

Kemudian jasad yang masih utuh dibersihkan dan pakaiannya diganti dengan yang baru. Bila kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dibersihkan, maka yang diganti adalah peti matinya saja.

Upacara Ma' Nene kerap dilakukan setiap tiga tahun sekali.
Upacara Ma' Nene kerap dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Pada upacara ritual ini, diawali dengan berkunjungnya anggota keluarga ke pemakaman leluhur yang dinamakan Patane.

Kemudian para anggota keluarga mengambil jasad anggota keluarga yang tersimpan selama ratusan tahun.

Usai dikeluarkan dari kuburan, jasad dibersihkan. Selanjutnya pakaian yang digunakan jasad tersebut digantikan dengan menggunakan kain atau pakaian baru.