MA Tolak Kasasi Mantan Kadis Pendidikan

Simpang Ampek, Sumbar (ANTARA) - Mahkamah Agung RI menolak upaya kasasi mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Yaman terkait kasus dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan tahun 2009.

Kepala Kejaksaan Negeri Simpang Ampek Idianto didampingi Kasi Pidsus Erman Syafrudianto dan Kasi Datun Ilham Wahdini mengatakan MA menolak kasasi dengan penambahan hukuman.

Dia mengatakan sebelumnya Yaman di tingkat Pengadian Negeri Tpikor Padang divonis 4 tahun kemudian ditingkat Pengadilan Tinggi diputus 3 tahun enam bulan. Namun pada tingkat upaya kasasi di MA hukumannya naik menjadi 7 tahun pejara.

Menurutnya dalam putusan MA nomor 2484k/PID.SUS/2012 Yaman juga membayar denda Rp250 juta, subsidair 5 bulan. Selanjutnya membayar uang pengganti Rp325 juta subsidair 2 tahun penjara. Serta menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan LP Muaro Padang untuk menjalankan putusan MA.

Dia menjelaskan putusan MA itu berbunyi mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum, JPU Kejaksaan Negeri Simpang Ampek, dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tipikor nomor 21/TIPIKOR/2012/PN Padang tanggal 19 September 2012. Serta mengadili M Yaman dengan amar putusan 7 tahun penjara.

Yaman tersandung kasus dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan tahun 2009. Dia sudah ditahan sejak Desember 2011 atas putusan Pengadilan Tipikor Padang. Dia ditahan bersama tiga stafnya selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), tetapi berkasnya disidik secara terpisah.

Sementara itu tiga orang PPTK Dinas Pendidikan Agusmar, Syarialdi dan Bakri yang melakukan upaya kasasi ke Makamah Agung juga ditolak. Justru hukumannya juga menjadi berat. Kalau pada tingkat PN dan PT Tipikor Padang diputus 2 tahun enam bulan penjara, maka pada tingkat MA putusannya menjadi naik, yakni masing-masing menjadi 4 tahun kurangan, dan denda masing-masing Rp200 juta. Maka apabila tak dibayar maka diganti kurungan selama enam bulan penjara.

Agusmar mengganti Rp88,5 juta, Bakri Rp75, Syafrinaldi 105 juta. Dan jika tak terganti maka jaksa akan menyita dan melelang asetnya. Jika tak membayar uang pengganti itu, terdakwa ditambah masa kurungannya 1 tahun.

Lebih jauh dia katakan dengan keluarnya putusan MA terhadap terdakwa Yaman Cs yang sudah berkekuatan hukum tetap itu diharapkan menjadi pembelajaran terhadap masyarakat, maupun aparatur untuk tidak terlibat korupsi.

Pihaknya berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi di Pasaman Barat. Serta berjanji akan menindaklanjuti laporan kasus korupsi yang ada.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.