MAA: Makanan Aceh Harus Dipatenkan

Banda Aceh (ANTARA) - Majelis Adat Aceh (MAA) menyarankan pemerintah daerah segera mematenkan makanan maupun kue khas Aceh agar tidak dicaplok daerah atau negara lain.

"Mematenkan kue tradisional ini untuk memastikan agar makanan khas Aceh tersebut tidak diakui milik daerah lain," kata Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, hak paten tersebut untuk melindungi makanan maupun kue khas Aceh tersebut dari keinginan daerah atau negara lain yang ingin mengakui menjadi miliknya.

Badruzzaman mencontohkan banyak makanan khas Aceh dijumpai di Kuala Lumpur, Malaysia. Makanan khas itu diperjualbelikan di negeri jiran karena banyak orang Aceh tinggal di negara itu.

"Saya melihat di toko-toko di Malaysia banyak menjual kue khas Aceh seperti `bhoi`, `peukarah`, atau lain sebagainya. Ini artinya di Malaysia banyak orang Aceh," kata dia.

Menurut dia, Malaysia negara multietnis dan bisa saja orang Aceh di negeri jiran tersebut mengusulkan hak paten kue maupun makanan khas Tanah Rencong kepada pemerintah setempat.

Kalau ini terjadi, kata dia, yang rugi Aceh. Oleh karena itu pemerintah daerah di Aceh perlu mengambil langkah segera mematenkan kekayaan tradisional tersebut.

Ia menambahkan, MAA sebagai lembaga bertanggung jawab terhadap adat dan kebudayaan, merasa terpanggil mengingatkan pemerintah daerah di Aceh memastikan kelestarian kekayaan tradisional untuk bisa diwariskan kepada generasi mendatang.

"Ini salah satu upaya agar kekayaan Aceh dijaga dan diwariskan kepada anak cucu. Jika tidak, Aceh akan kehilangan hak kekayaan intelektual di masa mendatang," kata Badruzzaman.(tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.