Maaf Itu Semakin Sulit, Sebab Kamu yang Berjanji Lalu Mengkhianati

·Bacaan 1 menit

VIVA – Jika sedari awal aku saja yang berharap, lalu harapanku tak jadi nyata. Maka, aku tidak akan menyalahkanmu seperti kata mereka.

Namun permasalahannya adalah, kamu yang telah berjanji, kamu yang memberikan harapan itu, kamu yang memulai hubungan. Lalu kamu pula yang mengkhianati dan pergi.

Seolah semua perjuangan dan kata manis yang kemarin kamu sampaikan itu tidak ada harganya. Sehingga, bagaimana mungkin aku bisa memaafkan. Mana mungkin aku mudah melupakan semua rasa sakit itu.

Padahal, sungguh, jika boleh memilih, aku sangat berharap untuk tidak pernah bertemu denganmu dan mempercayai semua omong kosong yang kamu lontarkan.

Sungguh, jika aku bisa berharap, kuharap kamu bukanlah pengecut yang pandai berjanji, tapi tak bisa menepati. Sebab, karena harapan yang pernah kamu janjikan itu sekarang aku sakit.

Aku tidak bisa melupakan luka itu semudah membalikkan telapak tangan. Aku ragu dan takut untuk percaya lagi pada seseorang.

Rasa sakit itu meninggalkan trauma yang cukup hebat dalam hidupku. Jadi, jika sekarang aku belum bisa move on. Itu bukan karena aku masih mengharapkanmu, tapi karena masih membencimu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel