Maaf Ma, Natal Tahun Ini Aku Belum Bisa Pulang untuk Memelukmu

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Nellyagata Halawa

Syalom, Ma.

Apa kabar mama di Parlilitan? Aku harap mama sehat-sehat selalu. Aku di sini baik-baik saja, Ma.

Nggak terasa ya, Ma kita udah melangkah di penghujung tahun 2020, ada sejuta rindu dariku buat mama. Kalau dihitung kita terakhir jumpa saat aku umur 13 tahun mulai dari aku duduk di bangku SMP, SMK dan kini menjalani perkuliah semester 1 aku nggak pernah pulang. Berat juga ya menahan rindu selama kurang lebih tujuh tahun ini. Dan maaf Ma, natal kali ini juga aku nggak bisa pulang karena masalah ekonomi yang membatasinya.

Aku sangat merindukan mama. Aku terkadang iri sama teman-teman kos karena jika Natal telah tiba mereka pasti pada pulang nemuain keluarga di kampung, dan ketika mereka balik ada sejuta suka cita dan wajah berseri terlihat pada mereka. Sedangkan aku hanya bisa mendengarkan cerita dari mereka dan pada malam harinya aku pasti duduk sendiri dan menangis maratapi nasib yang mungkin tidak bisa kurubah lagi.

Mama Sosok Luar Biasa

Bersama Mama./Copyright Nellyagata Halawa
Bersama Mama./Copyright Nellyagata Halawa

Aku ingin sekali merayakan hari Natal dan membuka tahun baru bersama dengan mama, melihat senyum mama dan bisa tidur di pelukan mama. Tapi maaf ma mungkin dalam lima tahun ini aku nggak bisa pulang nemuin mama karena aku nggak mau nyusahin mama buat kirimin ongkosku, soalnya aku belum bisa bekerja. Aku mau fokus kuliah dulu. Tapi Nelly janji lima tahun ke depan Nelly akan pulang dan membawa suka cita dan kebahagiaan buat mama. Aku akan berusaha sekuat tenaga buat membahagiakan mama apa pun caranya dengan segala risiko akan kutanggung.

Mama aku hampir lupa sebentar lagi hari ulang tahunku. Aku semakin tua. Soakan aku selalu ya mama semoga jadi orang yang berguna dan sukses ke depannya. Dan aku janji akan wujudkan mimpi mama yang dari dulu untuk jalan-jalan ke Bali untuk melihat pantai. Aku selalu ingat kok ma waktu mama cerita ke aku ketika umur mama 20 tahun mama ingin ke Bali dan suatu saat nanti aku akan mewujudkannya.

Harapan aku semoga mama panjang umur, sehat selalu karena prioritas pertama aku hanya untuk membahagiakan mama. Mama termasuk perempuan hebat walau dikaruniai enam orang anak dan bercerai sama papa tapi mama tetap kuat menjalani hidup. Aku bangga sama mama. Tidak ada yang mampu menggantikan posisi mama. Pokoknya mama adalah perempuan terhebatku di seluruh dunia ini.

Sekian dulu ya, Ma. Salam buat saudara dan keluarga disana katakan bahwa aku juga merindukan mereka.

#ChangeMaker