Maaf AS, Rusia Cuma Ajak China ke Bulan

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVARusia memutuskan untuk mengajak China membangun sebuah pangkalan di Bulan. Tapi sayang, Amerika Serikat (AS) melalui Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) tidak ikut dilibatkan dalam Misi ke Bulan tersebut.

Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) mengumumkan kesepakatan kerja sama dengan Badan Nasional Luar Angkasa China (CNSA) untuk membangun apa yang dinamakan Stasiun Sains Bulan Internasional.

Baca: Miliarder Kontroversial Jepang Bagi-bagi Tiket Gratis ke Bulan

Bukan rahasia lagi bahwa China dengan cepat memajukan program eksplorasi luar angkasa. CNSA mencoba untuk memperbaiki keunggulan ruang angkasa AS dan Rusia selama beberapa dekade. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah utama CNSA, seperti dikutip dari situs BGR, Rabu, 10 Maret 2021.

Perjuangan China membuahkan hasil. Negeri Tirai Bambu itu telah mencatat sejumlah prestasi, termasuk mendaratkan pesawat ruang angkasa dan penjelajah di sisi jauh Bulan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kemudian, mengambil dan membawa pulang sampel Bulan ke Bumi dengan lancar dalam hitungan hari.

China juga mendeklarasikan bahwa mereka ingin terlibat lebih dalam untuk Misi ke Bulan. Saat ini, Rusia dan China berjabat tangan dan sepakat membangun pangkalan di Bulan, yang tampaknya tidak ada yang menghalangi niat kedua negara tersebut.

Kerja sama Rusia dan China ini tentu menempatkan NASA dan AS pada posisi yang sangat sulit. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ada karena NASA dan Roscosmos terlibat di dalamnya.

Organisasi mitra seperti Badan Antariksa Eropa (ESA) dan JAXA Jepang juga ikut berperan, tetapi laboratorium yang mengorbit saat ini tidak akan ada jika tanpa peran NASA dan Roscosmos yang melakukan sebagian besar perencanaan, peningkatan, dan pengangkatan alat berat.

Awalnya, China tidak diizinkan dalam misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, ESA telah mencoba memperbaiki hubungan dengan badan-badan ilmiah di AS dan China, serta meminta agar China diizinkan mengirim astronot ke ISS dan melakukan penelitian di sana.

Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak. Jadi, sekarang Rusia dan China akan bermain bola di luar angkasa. Bersama China dan ESA, Rusia akan melakukan berbagai misi dalam kemitraan strategis satu sama lain selama bertahun-tahun. Meski begitu, NASA punya rencana sendiri untuk kembali ke Bulan melalui Program Artemis.

Tapi Rusia hingga kini belum menyatakan tertarik ikut program tersebut. China pun tidak pernah memiliki kesempatan untuk membuat perjanjian resmi sama AS, karena NASA dilarang keras bekerja sama dengan CNSA sebagai bagian dari undang-undang yang disahkan oleh Kongres AS pada 2011.