Mabes Polri angkat tangan soal video porno mirip Karolin

MERDEKA.COM,

Mabes Polri akhirnya angkat tangan soal video porno diduga mirip anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Karolin Margret Natasa. Padahal Polri telah berbulan-bulan memeriksa video tersebut.

"Dalam proses pembuktian mengalami kendala dan hambatan karena gambar tidak sempurna, wajah tidak dapat diidentifikasi. Kami berupaya menggunakan scientifik kenyataannya ada subtrip dengan kondisi seperti ini sulit untuk dipaksakan untuk melakukan upaya identifikasi dari tayangan yang ada," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2).

Menurutnya, kesulitan yang dialami Polri adalah soal sudut pengambilan dan kesempurnaan gambar yang diupload dari youtube. Kesulitan itu telah disampaikan Polri ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Dalam tayangan itu orang yang melakukan aktivitas pornografi dari sudut kemiringan tidak cukup untuk mengidentifikasi. Tingkat kemiringan itu 10 derajat sehingga dalam proses identifikasi untuk menentukan wajah tidak sempurna," jelas Boy.

Pihaknya mengaku sudah tak lagi menangani kasus video porno itu sejak Oktober lalu. "Ya, tentunya kita menyampaikan progress seperti itu untuk pembuktian identifikasi dengan konten gambar," tutup Boy.

Pertengahan tahun lalu publik digegerkan dengan beredarnya video porno yang diduga mirip Karolin. BK DPR akhirnya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Mabes Polri.

Karolin sendiri sudah berkali-kali membantah bahwa wanita yang memerankan video mesum itu bukan dirinya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.