Mabes Polri Didesak Copot Kapolda Kaltim

Laporan Wartawan Tribunnews.com Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan orang dari Forum Peduli Kaltim berunjuk rasa di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2011).

Mereka menuntut Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mencopot Kapolda Kalimantan Timur, Irjen (Pol) Bambang Widaryatmo, karena dianggap mempetieskan atau membiarkan tiga kasus besar di Kaltim tak dituntaskan. Tiga kasus itu adalah bom Balikpapan, pembantaian orangutan, dam ambruknya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar).

"Copot Kapolda Kaltim Irjen Polisi Bambang Widaryatmo, karena melindungi Ardiansyah Muchsin bos PT Persada Maju Utama, melindungi pembunuh orangutan, dan melindungi pelaku ambrolnya Jembatan Mahakam II," ujar Koordinator aksi, Harri Purwanto, dalam rilisnya.

Kasus ledakan bom yang terjadi di rumah Ardiansyah Muchsin, Jalan BTN Balikpapan Barat pada 7 September 2007 lalu, hingga kini pelakunya belum tertangkap. Padahal, aksi teror ini sempat meresahkan warga Kaltim, karena terjadi saat maraknya teror bom di berbagai daerah.

"Tindakan pemetiesan kasus peledakan Balikpapan tersebut, menurut penilaian kami tidak sejalan dengan upaya maksimal Polri dalam pemberantasan terorisme," ujarnya.

Menurutnya, dengan sikap Kapolda Kaltim mempetieskan kasus tersebut berindikasi kuat bahwa ada orang yang cukup dekat berupaya untuk melakukan upaya damai dengan kasus yang terjadi di 2007 tersebut.

"Oleh karena itu, kami sebagai masyarakat yang sadar sebuah kebenaran meminta kepada Mabes Polri untuk menangkap dan adili gembong teror Balikpapan, Ardiansyah Muchsin," pintanya.

Sementara itu, kasus pembantaian orangutan yang terjadi di lahan sawit perusahaan PT Khaleda Agroprima Malindo (KAM) di Desa Puan Cepak, Muara Kaman, yang dilidik Polres Kukar sejak Nopember 2011 lalu, telah menetapkan dan menahan empat tersangka dari pihak perusahaan.

Keempatnya, yakni Senior Estate Manager PT Khaleda Phua Chuan (46), perekrut pekerja untuk eksekutor bernama Widiyantoro (39), dan dua pekerja yang menjadi eksekutor pembantaian sekitar 20 orangutan dan monyet sejak 2008. Sementara, seorang mantan bos PT Khaleda Agroprima Malindo (KAM), Aru Mugem Samugem, lebih dulu meninggal Indonesia dan kembali Malaysia.

Sedangkan, untuk kasus ambruknya Jembatan Kukar atau Mahakam II yang terjadi pada 26 Nopember 2011 lalu, belum seorang pun yang menjadi tersangka untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Aksi unjuk rasa peduli Kaltim ini berjalan aman dan perwakilan pengunjuk rasa diterima Divisi Humas Polri.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.