Mabes Polri Diserang, Danpaspamres Ungkap Pengamanan Istana

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa tidak ada yang berubah dari penjagaan area Istana Negara, Jakarta pascaserangan di Mabes Polri. Menurut Agus, Paspampres memang dilatih dan bertugas dalam situasi apa pun meski terjadi situasi yang tidak diinginkan dan amat genting.

Hal itu merespons pertanyaan wartawan menyusul adanya terduga teroris yang menyelonong masuk ke Markas Besar Kepolisian, Jakarta, hari ini. Adapun terduga teroris itu telah tewas setelah disebut menodongkan senjata ke petugas di pintu penjagaan markas utama Korps Bhayangkara.

"24 jam Paspampres siaga. Tidak pernah menganggap situasi aman," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu 31 Maret 2021.

Agus mengatakan, prosedur pengamanan secara ketat memang menjadi aturan baku bagi Paspamres ketika menjaga Presiden. Apalagi, Kompleks Istana Kepresidenan, yang merupakan tempat Kepala Negara berkantor sehari- hari.

"Personel, senjata, K9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis. Antisipasi ancaman yang timbul," lanjut Agus.

Sebelumnya diberitakan, seorang yang disebut-sebut sebagai terduga teroris masuk kompleks Mabes Polri. Sesosok yang beredar di video yang teridentifikasi seperti seorang perempuan mengenakan pakaian gelap.
Pelaku berhasil dilumpuhkan dan diduga tewas ditembak. Sebelumnya sempat mondar-mandir di sekitaran di dekat pintu gerbang penjagaan yang bisa dibilang tak jauh dari ruang kerja Kapolri. Pelaku menghampiri kantor pos jaga yang berada di depan pintu sembari menodongkan senjata ke aparat yang berjaga.

Sementara aparat lainnya dari sisi lain sudah memantau gerak-gerik pelaku akhirnya melepaskan tembakan. Beberapa kali letusan senjata santer terdengar di sekitaran Jalan Trunojoyo.