Mabes Polri: Kejanggalan Kasus Sisca Bakal Terjawab dalam Persidangan

Laporan Wartawan Tribunnews.com Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri akhirnya angkat bicara, terkait banyaknya kalangan yang menilai penuntasan kasus pembunuhan sadis Fransisca Yofie (34) terdapat bermacam kejanggalan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, berbagai kejanggalan dalam kasus pembunuhan sadis terhadap mantan model itu bakal menemui titik terang.

"Tapi tidak sekarang, karena kasusnya kan masih dalam pengembangan. Kejanggalan-kejanggalan itu, akan dibuktikan dalam persidangan nanti," kata Agus Rianto, Rabu (14/08/2013).

Karenanya, Agus meminta setiap pihak menghormati hasil penyidikan Polrestabes Bandung maupun Polda Jawa Barat yang kini sudah dimuat dalam kesimpulan sementara.

"Kesimpulan sementaranya adalah, pembunuhan ini dikategorikan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia, bukan pembunuhan terencana. Tapi kan masih didalami, bisa saja perkaranya berubah," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat menyimpulkan sementara terbunuhnya mantan model Sisca Yofie (34) berawal dari penjabretan yang dilakukan Wawan (W) dan Ade (AD).

Polisi, juga belum menemukan keterkaitan perwira Polda Jabar Komisaris Albertus Eko Budiharto dengan tewasnya Sisca yang notabene merupakan kekasihnya tersebut.

Meski begitu, sejumlah pihak masih menyangsikan kesimpulan sementara polisi tersebut karena adanya sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam kasus tewasnya Sisca.

Baca Juga:

Rambut Sisca Terpotong Benda Tajam

Polda Jabar: Terkait Sisca, Kompol Albertus Disidang Pekan Depan

Tiga Polisi Terkait Pembunuhan Sisca Terancam Diberhentikan Sementara

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.