Mabes Polri Kirim Tim Itsus ke Makassar, Investigasi Pencopotan Iptu Faizal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus pencopotan Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Tallo Inspektur Satu (Iptu) Faizal ternyata menjadi perhatian Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Tim Inspektorat Khusus (Itsus) dikirim ke Kota Makassar untuk menginvestigasi kejadian itu.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana membenarkan kehadiran tim Itsus Mabes Polri di Makassar. Dia menegaskan kehadiran tim Itsus Polri bukan terkait polemik keberadaan Batalyon 120, tetapi terkait pencopotan Iptu Faizal sebagai Kanit Reskrim Polsek Tallo.

"Bukan soal itu (Batalyon 120). Masalah pemberhentian Iptu Faizal," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/9).

Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini menilai pemindahan Iptu Faizal menjadi perhatian Itsus Polri. Meski demikian, Nana mengaku belum mengetahui apa hasil didapat tim Itsus Polri.

"Mereka kan baru datang, belum ada hasilnya. Faizal kan juga belum dimutasi, hanya didisiplinkan karena dianggap oleh pimpinannya kurang profesional," sebutnya.

Tak Tertutup Kemungkinan Jabatan Dikembalikan

Nana menyebut saat ini Iptu Faizal ditarik ke Polrestabes Makassar tanpa jabatan. Meski demikian, Iptu Faizal bisa jadi akan kembali lagi bertugas normal dan mungkin akan diberikan jabatannya kembali lagi.

"Mungkin juga nanti dia akan diberikan jabatan juga ya, bukan diberhentikan. Jadi masalah itu saja (Iptu Faizal)," tegasnya.

Sebelumnya, ramai tagar Save Iptu Faizal di media sosial setelah dicopot sebagai Kanitreskrim Polsek Tallo.Dia dicopot diduga karena penggerebekan markas Batalyon 120 Makassar di Jalan Korban 40.000 Jiwa, Kecamatan Tallo.

Mutasi Iptu Faizal

Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar Ajun Komisaris Lando K Sambolangi membenarkan Iptu Faizal bukan lagi sebagai Kanitreskrim Polsek Tallo.

"Dia bukan dicopot, tapi diganti. Namanya di polisi itu kan ada tour of duty. Tetapi itu kan kewenangan ada di Kapolrestabes," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (12/9).

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab Iptu Faizal ditarik dari Kanitreskrim ke Samapta Polrestabes Makassar. Meski demikian, Lando membantah pencopotan Kanitreskrim Polsek Tallo karena kasus penggerebekan markas Batalyon 120.

"Saya tidak tahu, mungkin jangan sampai karena pas aja (kasus penggerebekan Markas Batalyon 120) atau bagaimana. (Iptu Faizal) Tetap ada jabatannya," kata dia.

Ia menegaskan setiap anggota Polri harus siap ditempatkan di mana saja. Seorang anggota Polri tidak mungkin hanya menduduki satu jabatan saja.

"Kita kan ini ada namanya tour of area, tour of duty. Kita tidak selamanya menjabat satu jabatan dan di satu tempat. Penyegaran organisasi dan tugas. Tidak ada satu orang mau ini terus," sebutnya.

Informasi yang beredar, pencopotan Iptu Faizal dikarenakan sudah beberapa kali melakukan hal tidak pantas dalam penanganan perkara. Terkait penggerebekan markas Batalyon 120 dilakukan Tim Thunder Samapta Polda Sulsel, dia tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam pesan beredar tersebut, Iptu Faizal ditarik ke Polrestabes Makassar agar perkara penggerebekan tersebut tidak liar dan dapat ditangani secara profesional. [yan]