Mabes Polri mutasi enam Kapolda termasuk DIY

MERDEKA.COM. Mabes Polri kembali melakukan mutasi sejumlah Kapolda. Pagi ini Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan melantik enam pejabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), termasuk di antaranya Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo. Diduga Sabar dimutasi karena terkait penyerbuan di Lapas Cebongan, Sleman.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, Senin (8/4), pelantikan tersebut dilakukan di Gedung Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri. Berikut enam Kapolda yang akan dilantik tersebut.

1. Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) yang semula dijabat Irjen Iskandar Hasan akan  digantikan oleh mantan Kadensus 88/Antiteror Irjen Saud Usman Nasution. Iskandar sendiri resmi mundur sementara waktu karena pencalonannya untuk maju di bursa Pilgub Sumsel.

2. Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen I Made Dewa Parsana digantikan oleh mantan Direktur Tindak Kriminal Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto.

3. Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Brigjen Wahyu Indra Pramugari digantikan oleh Brigjen Pol Noer Ali yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri.

4. Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang semula dijabat Brigjen Pol Ricky Herbert Parulian Sitohang digantikan oleh Brigjen I Ketut Untung Yoga Ana. I Ketut Yoga sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kapolda Bali.

5. Kapolda Maluku Utara yang dijabat Brigjen Affan Richwanto akan diserahterimakan kepada Brigjen Machfud Arifin. Affan sendiri akan menggantikan posisi yang sebelumnya diduduki Machfud di Direktorat Satwa Baharkam Polri.

6. Kapolda DIY yang dijabat oleh Brigjen Sabar Rahardjo akan digantikan oleh Brigjen Pol Haka Astana yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Kajian dan Strategi SDM Polri.

Baca juga:
Kisah Serda Nicolas dan 11 prajurit penyerbu Lapas Cebongan
Anggota DPR: 11 Kopassus terancam hukuman mati
Lalai, Kapolda DIY dan Pangdam IV Diponegoro pantas dicopot

Topik pilihan:
Pemerkosaan | Penembakan Lapas | Polisi Teladan | Kasus Asusila | Kopassus

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.