Mabes Polri Rahasiakan Perkembangan Kasus Penembakan 2 Polisi

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) masih merahasiakan perkembangan penelusuran pelaku penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (16/)8/2013).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya kekinian tengah memaksimalisasi berbagai upaya untuk mengungkap dan menangkap sang pelaku.

Setelah merilis dan menyebar sketsa wajah terduga pelaku penembakan, Sabtu (17/08/2013), Mabes Polri dan Polda Metro Jaya tengah mengembangkan penelusuran berdasarkan identitas kepemilikan sepeda motor pelaku yang ditingalkan di TKP.

Boy menuturkan saat ini penyidik masih mengembangkan hasil investasi temuan beberapa barang bukti di dua TKP penembakan. TKP pertama penembakan terhadap Aiptu Kus Hendratma dan TKP kedua di penembakan Bripka Ahmad Maulana.

"Jarak antara TKP 1 tempat tertembaknya Aiptu Kus Hendratma dan TKP 2 Bripka Ahmad Maulana tidak terlalu jauh, sekitar 150 meter. Kedua lokasi juga dekat dengan polsek, sekitar 500 meter. Ada informasi yang sedang kami telusuri dari dua TKP itu, tapi tidak bisa disampaikan terbuka," terang Boy, Minggu (18/08/2013).

Boy beralasan, penyidik masih bekerja secara optimal untuk dapat mengungkap kasus tersebut. Karenanya, perkembangan signifikan kasus penembakan belum bisa disampaikan secara detil lantaran bersentuhan dengan obyek.

"Hasil perkembangannya belum bisa disampaikan terbuka, karena bersentuhan ke obyek. Tapi yang pasti, kami  berupaya keras mengungkap kasus ini. Seluruh info yang dianggap penting, kami ambil," jelasnya.

Baca Juga:

Senjata Api Tiga Peristiwa Penembakan Polisi Diduga Sama

Kemiripan Penembakan Polisi di Cirendeu, Ciputat dan Pondok Aren

Rumah Duka Aiptu Koes Dijaga Ketat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.