Mabes TNI: Satu Prajurit Tertembak Brimob Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Setelah sempat kritis, satu dari enam prajurit Kostrad Batalyon 221 korban penembakan anggota Brimob Gorontalo dikabarkan meninggal dunia. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Dinas Penerangan Mabes TNI AD Lektol Dadang Oesman mengatakan, personel TNI AD yang meninggal itu adalah Prajurit Dua (Prada) Firman.

Menurut Dadang, korban sudah mengalami kritis tidak mampu diselamatkan akibat luka tembak di tubuhnya.  “Korban penembakan Brimob Gorontalo, meninggal di Rumah Sakit (RS) Gorontalo pukul 05.00 Wita,” kata Dadang dalam pesan singkat kepada Republika.

Diterangkan Dadang, Prada Firman tertembak di tangan kiri hingga menembus dadanya. Saat itu, imbuh dia, korban dilarikan ke RS Aloei Saboe, Kota Gorontalo. Pertama kali almarhum Firman dirawat di RS Dunda, Limboto, Kabupaten Gorontalo, namun akibat keterbatasan perlengkapan membuat dia dipindah.

Dadang menjelaskan, dalam bentrok tersebut, korban dari Kostrad sebanyak enam orang, empat mengalami luka tembak sedang dua lainnya terkena sabetan senjata tajam.(MEL). 

“Untuk lebih jelasnya saat ini sedang dilangsungkan konferensi pers oleh Kadispenad Kolonel Pandji Suko Hari,” katanya. 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.