Macam-Macam Aliran dalam Karya Sastra, Lengkap Beserta Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Karya sastra adalah ungkapan perasaan yang bersifat pribadi, baik berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat yang membangkitkan pesona melalui bahasa yang dilukiskan dalam bentuk tulisan.

Sastra berasal dari bahasa sanskerta, yaitu kata 'shastra' yang merupakan kata serapan dari bahasa sanskerta, memiliki makna 'teks yang mengandung instruksi atau pedoman', dari kata 'sas'', yang memiliki makna instruksi atau ajaran.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata 'sastra' adalah karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Ada beberapa fungsi karya sastra, satu di antaranya untuk mengomunikasikan ide-ide dan menyalurkan pikiran dan perasaan dari pembuat estetika.

Perlu diketahui, sastra tidak hanya sebagai seni bahasa saja, akan tetapi suatu kecakapan dalam menggunakan bahasa yang berbentuk dan bernilai sastra.

Dalam karya sastra dikenal beberapa macam aliran. Apa saja macam-macam aliran dalam karya sastra tersebut?

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam aliran dalam karya sastra beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman repository.unimal.ac.id, Rabu (22/9/2021).

Aliran-Aliran Sastra

Ilustrasi membaca buku. Credit: pexels.com/Leonho
Ilustrasi membaca buku. Credit: pexels.com/Leonho
  • Realisme

Realisme merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai kenyataan apa adanya. Pengarang tidak menambah atau mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya secara positif, yang diuraikan yang baik-baik saja.

Contohnya karya sastra angkatan 45, baik prosa maupun puisi, banyak yang beraliran realisme.

  • Naturalisme

Aliran sastra ini melukiskan sesuatu secara apa adanya, meski dijiwai hal-hal yang kurang baik.

Contoh: Atheis karya Achdiat Karta Miharja, Pada sebuah kapal karya Nh. Dini, dan cerpen-cerpen Motinggo Busye.

  • Neonaturalisme

Neonaturalisme merupakan aliran baru dari aliran naturalisme. Aliran ini tidak saja mengungkapkan sisi jelek, tetapi juga memandang sesuatu dari sudut yang baik pula.

Contoh: Raumanen karya Marianne Kattopo, Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur Sultan Iskandar, dan Keluarga Purnama karya Ramadhan K.H.

Aliran-Aliran Sastra

Ilustrasi buku. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi buku. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
  • Ekspresionisme

Ekspresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya.

Contohnya puisi-puisi karya Chairil Anwar, Sutardji CB, Subagio Sastrowardojo, Toto Sudarto Bachtiar.

  • Impresionisme

Impresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, pengarang mengambil hal-hal yang penting-penting saja.

  • Determinisme

Determinisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketakadilan, penyelewengan, dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang.

Contohnya, sebagian besar puisi angkatan 66.

Aliran-Aliran Sastra

Ilustrasi membaca buku. /Photo by Fran on Unsplash
Ilustrasi membaca buku. /Photo by Fran on Unsplash
  • Surelaisme

Surelaisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit dipahami oleh penikmat atau pembaca. Contohnya Bib-Bob (drama) Karya Rendra, Lebih hitam dari Hitam (cerpen) karya Iwan Simetupang, Pot (Puisi) karya Sutardji Calzoum Bachri.

  • Idealisme

Idealisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian pengarangnya.

Contoh: puisi-puisi karya Chairil Anwar.

  • Simbolisme

Simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol-simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.

  • Romantisme

Romantisme adalah aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan.

Contoh: Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan TakdirAli Syahbana, Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana, Cintaku Jauh di Pulau karya Chairil Anwar.

Aliran-Aliran Sastra

Ilustrasi buku dongeng. (dok. Pixabay/Novi Thedora)
Ilustrasi buku dongeng. (dok. Pixabay/Novi Thedora)
  • Psikologisme

Psikologisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.

Contoh: Ziarah (roman) karya Iwan Simatupang, Belenggu (roman) karya Abdul Muis.

  • Didaktisme

Didaktisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Dalam sastra lama banyak karya yang bersifat mendidik.

Contoh: Salah Asuhan (roman) karya Abdul Muis, Karena Kerendahan Budi karya HSD Muntu, Syair Perahu (syair) karya Hamzah Fansuri.

  • Mistikisme

Mistikisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan napas ketuhanan dan keabadian.

Contoh" Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah, Kekasih Abadi karya Bahrum Rangkuti, Rindu Dendam karya J.E. Tetengkeng.

Sumber: unimal.ac.id

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel