Macam-Macam Benda Langit dalam Sistem Tata Surya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Tata surya merupakan kumpulan benda langit dengan matahari sebagai pusatnya. Tata surya mengorbit pusat Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 515.000 mph.

Tata surya membutuhkan sekitar 230 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit di sekitar pusat galaksi. Susunan tata surya terdiri dari Matahari dan keluarga benda antariksa yang mengelilinginya.

Selain Matahari, anggota terbesar yang berada di tata surya adalah planet. Ada delapan planet yang beredar mengelilingi Matahari.

Setiap planet yang ada tersebut memiliki satelit-satelit sendiri. Selain itu, masih ada benda-benda langit yang lainnya.

Beberapa benda-benda langit tersebut di antaranya asteroid, meteori, komet, dan satelit. Setiap benda langit tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita uraikan benda langit lain yang ada di tata surya.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam benda langit dalam sistem tata surya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Kamis (28/10/2021).

1. Satelit

Gambar yang disediakan oleh NASA memperlihatkan Badai Florence di atas Samudra Atlantik terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, Rabu (12/9). Badai Florence ini berpotensi membawa gelombang tinggi, hujan deras dan banjir parah. (HO / NASA / AFP)
Gambar yang disediakan oleh NASA memperlihatkan Badai Florence di atas Samudra Atlantik terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, Rabu (12/9). Badai Florence ini berpotensi membawa gelombang tinggi, hujan deras dan banjir parah. (HO / NASA / AFP)

Satelit berasal dari bahasa latin 'satelles', yang berarti pelayan, atau seseorang yang mematuhi atau melayani pihak lain. Jadi, satelit merupakan benda langit yang bergerak mengitari sebuah planet.

Ada dua jenis satelit, yaitu:

a. Satelit Alam

Satelit alam adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya. Contoh: bulan yang merupakan satelit alam dari bumi.

b. Satelit Buatan

Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia dan diluncurkan dengan menggunakan roket. Satelit buatan dibuat untuk fungsi tertentu, misalnya untuk komunikasi, pemetaan, monitor cuaca, dan lain sebagainya.

Satelit Palapa milik Indonesia merupakan satu di antara contoh satelit buatan.

2. Meteor, Metorit, dan Meteoroid

Ilustrasi Meteor. (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi Meteor. (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Di angkasa, banyak sekali benda-benda langit berukuran kecil yang tidak mempunyai lintasan tertentu. Benda-benda ini bergerak bebas di angkasa dengan kecepatan tinggi. Benda ini disebut meteoroid.

Jika benda ini tertarik planet yang memiliki atmosfer seperti bumi, benda tersebut akan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer.

Benda yang berpijar tersebut dinamakan meteor. Benda inilah yang biasanya dilihat di angkasa, bergerak cepat saat melintasi bumi kita. Ada juga yang menyebut meteor adalah bintang jatuh atau bintang beralih.

Apabila meteor tidak habis terbakar di atmosfer maka akan sampai di bumi. Batu meteor yang sampai di permukaan bumi disebut meteorit.

Kecepatan gerak meteor yang tinggi dan ukurannya yang besar maka saat jatuh ke permukaan bumi biasanya menimbulkan suara yang sangat keras seperti suara ledakan.

Tabrakan itu juga menyebabkan terbentuknya sebuah kawah. Kawah ini biasa disebut kawah meteor. Satu di antara contoh kawah meteor berada di Wolfe Creek, Australia.

3. Komet

Ilustrasi komet. | KID CANDY dari Pexels
Ilustrasi komet. | KID CANDY dari Pexels

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang berbentuk sangat lonjong. Komet menyerupai bintang. Itulah mengapa Komet sering disebut orang bintang berekor.

Meski ada yang beranggapan hal tersebut kurang tepat karena kalau bintang, berarti ia memancarkan cahayanya sendiri. Sedangkan komet tidak dapat memancarkan cahaya.

Komet tersusun dari gas, es, dan debu. Saat komet bergerak mendekati matahari, lapisan es pada komet menguap. Kumpulan uap dan debu itu terdorong oleh angin matahari sehingga menjauhi matahari.

Itu sebabnya saat komet mendekati matahari, ekornya berada di belakang, sedangkan saat komet bergerak menjauhi matahari, ekornya berada di depan. Panjang ekor komet dapat mencapai mencapai jutaan kilometer. Makin dekat dengan matahari, ekor komet makin panjang.

4. Asteroid

Ilustrasi asteroid. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi asteroid. (Sumber: Pixabay)

Asteroid merupakan bongkahan batu langit dan sisa logam dengan ukuran beragam dan tak beraturan sisa pembentukan tata surya di masa lalu. Sebagian dari asteroid yang terdapat di tata surya berada di antara planet Mars dan Jupiter.

Mereka bergerombol membentuk suatu gugusan menyerupai 'sabuk' yang 'beredar bersama' mengorbit matahari. Ada yang menyebut kelompok asteroid tersebut Sabuk Asteroid.

Sabuk Asteroid merupakan rumah bagi ratusan ribu asteroid, dari yang berukuran sekecil partikel debu kosmik, hingga yang sebesar miniatur planet.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel