Macam-Macam Bentuk Interaksi Sosial, Lengkap Beserta Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaksi sosial adalah hubungan dinamis antara perseorangan dengan perseorangan, perseorangan dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.

Tak bisa dimungkiri, sebagai makhluk sosial, manusia akan berusaha melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Sangat jarang atau bahkan hampir tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Maka itu, interaksi sosial sangat penting.

Interaksi sosial bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan interaksi sosial, bisa saling membantu kepada orang lain agar bisa tetap bertahan hidup.

Secara umum, interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yakni interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam bentuk interaksi sosial beserta penjelasannya, dilansir dari direktori.pauddikmasjabar.kemdikbud.go.id, Selasa (29/9/2021).

Interaksi Sosial Asosiatif

Ilustrasi kerja sama, berkumpul. (Photo by Ali Yahya on Unsplash)
Ilustrasi kerja sama, berkumpul. (Photo by Ali Yahya on Unsplash)

1. Kerja sama (cooperation)

Kerja sama adalah suatu usaha antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama ini umumnya bersifat konstruktif atau membangun.

Bentuk-bentuk kerja sama, antara lain:

  • Bargaining, yaitu perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

  • Cooperation, yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dari suatu organisasi untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

  • Coalition, yaitu gabungan antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

  • Joint venture, yaitu kerja sama dalam usaha proyek-proyek tertentu.

2. Akomodasi

Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri dari setiap orang atau kelompok-kelompok yang semua saling bertentangan, sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Bentuk-bentuk akomodasi:

  • Coersion, yaitu pemaksaan kehendak pihak tertentu kepada pihak lain yang lebih lemah.

  • Kompromi, yaitu ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian konflik.

  • Arbitrasi, apabila pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri, perlu mengundang pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikan pertentangan.

  • Mediasi, hampir sama dengan arbitrasi, namun dalam hal ini pihak ketiga tidak berwenang memberikan keputusan-keputusan penyelesaian.

  • Konsiliasi, mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya tujuan bersama.

  • Toleransi, keinginan untuk menghindari perselisihan.

  • Stalemate, ketika kedua kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan seimbang.

  • Ajudikasi, yaitu penyelesaian masalah melalui jalur hukum/ pengadilan.

Interaksi Sosial Asosiatif

Ilustrasi kerja sama, berkumpul. Credit: pexels.com/Jopwell
Ilustrasi kerja sama, berkumpul. Credit: pexels.com/Jopwell

3. Asimilasi

Menurut Soejono Soekanto, asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara perorangan atau kelompok.

Hal tersebut meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan tujuan dan kepentingan bersama.

Secara singkat asimilasi dapat diartikan sebagai peleburan dua kebudayaan menjadi satu kebudayaan.

4. Akulturasi

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul karena penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur budaya asli.

Hal itu merupakan perpaduan dua kebudayaan dalam waktu yang cukup lama, tanpa menghilangkan budaya aslinya.

Interaksi Sosial Disosiatif

Ilustrasi berkumpul dengan teman. Photo by Brooke Cagle on Unsplash
Ilustrasi berkumpul dengan teman. Photo by Brooke Cagle on Unsplash

1. Persaingan (competition)

Persaingan merupakan proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok dalam mencapai keuntungan, melalui bidang kehidupan yang pada suatu saat tertentu menjadi pusat perhatian umum, tanpa ancaman atau kekerasan.

2. Kontravensi

Kontravensi adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya sikap dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan konflik sosial. Bentuk proses sosial ini berada di antara persaingan dan konflik.

3. Pertikaian

Pertikaian adalah proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara ancaman atau kekerasan. Perselisihan yang terjadi bersifat terbuka.

4. Konflik

Konfilik berasal dari kata latin, yaitu 'configure' yang berarti saling memukul. Konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel