Macam-Macam Bentuk Konflik Sosial dalam Masyarakat, Ketahui Penyebabnya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Konflik sosial adalah suatu hubungan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang diikuti tindakan saling mengancam dan melakukan kekerasan antara satu dengan yang lainnya.

Selain itu, masih ada beberapa pengertian lain tentang konflik sosial. Konflik sosial berasal dari bahasa latin 'configere', yang berarti saling memukul.

Sementara secara sosiologis, konflik sosial dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih berusaha menghancurkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Tak bisa dimungkiri, konflik sosial merupakan sesuatu hal yang sudah melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Ada beberapa penyebab munculnya konflik sosial.

Munculnya konflik sosial umumnya karena perbedaan antarindividu maupun kelompok. Baik itu perbedaan pendapat, penampilan, ras, ideologi, budaya, dan perbedaan lain

Konflik sosial yang ada terjadi di masyarakat ada beberapa bentuk. Apa saja bentuk-bentuk konflik sosial?

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam bentuk konflik sosial yang perlu diketahui, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Jumat (29/10/2021).

Penyebab Konflik Sosial

Sebelum membahas bentuk-bentuk konflik sosial, ketahui terlebih dahulu penyebabnya. Konflik yang terjadi di dalam masyarakat terjadi dalam berbagai hal.

Secara umum, penyebab timbulnya konflik dikelompokkan sebagai berikut:

1. Perbedaan antarindividu

Perbedaan yang ada antara sesama individu bisa menjadi penyebab terjadinya konflik sosial. Misalnya perbedaan pendapat atau perasaan yang dapat menimbulkan konflik.

2. Perbedaan kepentingan

Adanya perbedaan kepentingan, seperti kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya juga bisa menyebabkan terjadinya konflik sosial. Contohnya, terjadinya konflik antarpartai politik menjelang pemilu.

Penyebab Konflik Sosial

3. Perbedaan kebudayaan

Kepribadian seseorang diwarnai kebudayaan kelompoknya, seperti pola pikir dapat menyebabkan terjadinya konflik. Misalnya, perbedaan pendapat tentang budaya barat antara orang tua dengan anak.

4. Perubahan sosial

Perubahan sosial yang berlangsung cepat akan mengubah nilai-nilai dalam masyarakat. Hal ini akan menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang berbeda pendirian.

Sebagai contoh adanya perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar, ada sebagian masyarakat yang bisa menerima dan ada yang belum siap menerima. Namun, perlu diketahui, tidak semua konflik bersifat negatif.

Ada konflik yang bersifat posistif. Dengan konflik akan melahirkan solidaritas kelompok sehingga dapat menciptakan stabilitas dan integrasi sosial.

Adanya konflik membuat seseorang dapat mengetahui sumber-sumber ketakpuasan dalam masyarakat untuk kemudian diupayakan cara penyelesaiannya.

Bentuk-Bentuk Konflik Sosial

Bentuk konflik di dalam masyarakat dapat berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antarkelompok di dalam masyarakat.

1. Konflik individu dengan individu

Konflik antarsesama individu adalah jenis konflik yang sering terjadi. Hal itu bisa terjadi antara sesama pemain sepak bola, antara karyawan sesama karyawan, dan lain sebagainya.

2. Konflik antarnegara

Konflik sosial antarnegara terjadi antara negara yang saling berselisih.

3. Konflik antarrasial

Konflik antarrasial adalah konflik yang terjadi antara ras yang berbeda, seperti adanya diskriminasi ras atau politik apartheid di Afrika.

4. Konflik antarkelas sosial

Konflik antarkelas sosial adalah konflik yang terjadi antarkelas sosial yang berbeda. Contoh, konflik antara direktur dengan karyawan di kantor.

5. Konflik antarkelompok sosial

Konflik antarlelompok sosial adalah konflik yang terjadi antara kelompok dalam masyarakat ,seperti konflik antara suporter bola, tawuran pelajar, konflik antarpartai politik.

Bentuk-Bentuk Konflik Sosial

6. Konflik internal individu

Konflik internal individu merupakan konflik terjadi dalam diri seseorang. Konflik ini akan terjadi ketika individu harus memilih dua atau lebih yang tujuan saling bertentangan dan bimbang dalam memilihnya.

Contoh kasusnya, ada seorang anak yang bingung memilih antara mengerjakan tugas sekolah atau membantu acara hajatan di kampung.

7. Konflik antargenerasi

Konflik antargenerasi adalah konflik yang terjadi antargenerasi. Misalnya konflik antara anak- anak dengan orang tua tentang pandangan terhadap tradisi dan adat istiadat.

8. Konflik yang bersifat deskruktif dan konstruktif

Konflik deskruktif adalah konflik yang merusak dan merugikan pihak yang berkonflik. Contohnya, tawuran pemuda antarkampung.

Sedangkan konflik konstruktif merupakan jenis konflik yang bersifat membangun. Misalnya, adanya perbedaan pendapat saat mengadakan rapat.

9. Konflik berdasarkan aktivitas manusia di dalam masyarakat.

Konflik tersebut terdiri dari konflik ekonomi, konflik sosial, konflik politik, konflik budaya, dan konflik ideologi. Adapun contohnya ialah konflik antara pemilik perusahaan, konflik menjelang pemilu, konflik antarkeyakinan atau agama.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel