Macam-Macam Demokrasi Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana hukum, kebijakan, kepemimpinan, dan usaha besar dari suatu negara atau pemerintahan lain secara langsung atau tidak langsung diputuskan oleh rakyat.

Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu 'Demos' dan 'Kratos'. Demos artinya rakyat/khalayak, dan Kratos artiya pemerintahan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya yang terpilih.

Jadi, pengertian demokrasi adalah pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

Dalam demokrasi, setiap warga negara diperbolehkan untuk berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Setiap negara menganut sistem pemerintahan yang berbeda. Di beberapa negara, istilah demokrasi banyak digunakan untuk menggambarkan sistem pemerintahan yang dianut.

Indonesia menjadi satu di antara negara yang menganut sistem pemerintahan secara demokrasi. Negara yang menganut sistem demokrasi akan memberikan kebebasan warga negaranya untuk menyampaikan pendapat.

Di sisi lain, terdapat macam-macam demokrasi jika dibagi berdasarkan jenisnya masing-masing. Apa saja macam-macam demokrasi yang ada?

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam demokrasi beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman Materibelajar, Selasa (30/3/2021).

Demokrasi Berdasarkan Prosesnya

Ilustrasi demokrasi. Credit: pexels.com/Alena
Ilustrasi demokrasi. Credit: pexels.com/Alena

Macam-macam demokrasi berdasarkan prosesnya dibagi menjadi dua, yakni demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung.

Demokrasi Langsung

Demokrasi langsung adalah proses demokrasi di mana semua elemen masyarakat ikut dalam permusyawaratan untuk merumuskan dan memutuskan kebijakan Undang-Undang.

Demokrasi ini membutuhkan partisipasi luas warga dalam politik. Demokrasi langsung adalah ketika warga negara dapat menentukan kebijakan secara langsung, tanpa perwakilan, perantara atau majelis parlemen.

Jika pemerintah harus mengesahkan undang-undang atau kebijakan tertentu, peraturan tersebut ditentukan oleh rakyat. Mereka memberikan suara pada suatu masalah dan menentukan nasib negara mereka sendiri.

Demokrasi Tidak Langsung

Demokrasi tidak langsung adalah proses demokrasi di mana kebijakan umum atau Undang-Undang dirumuskan dan diputuskan oleh lembaga perwakilan rakyat, misalnya Dewan Perwakilan Rakyat.

Demokrasi tidak langsung atau demokrasi representatif adalah ketika orang memilih siapa yang akan mewakili suara mereka di parlemen. Demokrasi ini adalah bentuk demokrasi yang paling umum ditemukan di seluruh dunia.

Sebagian besar negara yang menganut demokrasi tidak langsung menganggap diri mereka sebagai negara demokrasi liberal. Hal ini karena mereka lebih menghargai kebutuhan warga negara mereka daripada kebutuhan seluruh negara.

Kondisi tersebut yang menjadi penyebab mengapa di negara-negara seperti India dan Amerika Serikat, sulit untuk menyatakan keadaan darurat.

Demokrasi Berdasarkan Hubungan antar Kelengkapan Negara

Ilustrasi demonstrasi. Credit: pexels.com/Saph
Ilustrasi demonstrasi. Credit: pexels.com/Saph

Macam-macam demokrasi berdasarkan hubungan antarkelengkapan negara dibagi menjadi empat, yakni demokrasi perwakilan dengan sistem refrendum, sistem parlementer, sistem pemisahan kekuasaan, sistem refrendum dan inisiatif rakyat.

Demokrasi Perwakilan dengan Sistem Refrendum

Demokrasi perwakilan dengan sistem refrendum merupakan sistem demokrasi di mana rakyat mempunyai perwakilan untuk menjabat di parlemen, namun tetap dikontrol oleh rakyat dengan menggunakan sistem refrendum.

Demokrasi Perwakilan dengan Sistem Parlementer

Demokrasi perwakilan dengan sistem parlementer merupakan sistem demokrasi di mana terdapat hubungan kuat antara badan eksekutif dengan badan legislatif.

Demokrasi Perwakilan dengan Sistem Pemisahan Kekuasaan

Demokrasi perwakilan dengan sistem pemisahan kekuasaan merupakan sistem demokrasi yang menjelaskan kedudukan antara eksekutif dengan legislatif terpisah sehingga tidak berkaitan secara langsung seperti halnya sistem parlementer.

Demokrasi Perwakilan dengan Sistem Refrendum dan Inisiatif Rakyat.

Demokrasi perwakilan dengan sistem refrendum dan inisiatif rakyat merupakan sistem demokrasi penggabungan antara demokrasi perwakilan tidak langsung dengan demokrasi secara langsung.

Adapun dalam sistem ini masih tetap ada badan perwakilan, akan tetapi dikontrol oleh rakyat melalui refrendum dan sifatnya fakultatif dan obligator.

Demokrasi Berdasarkan Ideologinya

Ilustrasi demokrasi. Credit: pexels.com/Artem
Ilustrasi demokrasi. Credit: pexels.com/Artem

Berdasarkan ideologinya, macam-macam demokrasi dibagi menjadi tiga, yakni demokrasi liberal, demokrasi sosial, dan demokrasi pancasila.

Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal adalah ideologi demokrasi yang berlandaskan pada kebebasan individu. Dalam pelaksanaannya, negara memiliki kekuasaan terbatas dan harus memberikan perlindungan terhadap hak-hak individual dalam kehidupan warga negaranya.

Demokrasi Rakyat

Demokrasi rakyat merupakan sistem demokrasi yang dijalankan berlandaskan paham sosialis atau komunisme, di mana kepentingan negara dan kepentingan umum menjadi yang terpenting di atas kepentingan individu.

Dalam pelaksanaannya, negara menjadi pemilik kekuasaan dominan yang mewakili rakyat.

Demokrasi Pancasila

Demokrasi pancasila adalah ideologi demokrasi yang berlandaskan kepada nilai-nilai Pancasila. Adapun sistem demokrasi Pancasila ini berasaskan musyawarah mufakat yang mengedepankan kepentingan umum, seperti yang tertuang dalam sila ke-4 Pancasila.

Sumber: Materibelajar