Macam-Macam Energi Alternatif yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Energi merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan susah dibuktikan, akan tetapi dapat dirasakan keberadaannya. Energi dibagi menjadi dua, energi terbarukan dan energi tak terbarukan.

Energi terbarukan biasa disebut dengan energi alternatif. Energi alternatif merupakan istilah yang merujuk pada semua energi yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional.

Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Ada banyak macam-macam energi alternatif yang saat ini terus dikembangkan. Selain dapat mengurangi penggunaan energi konvensional dan dampak kerusakan lingkungan, ternyata energi alternatif mempunyai berbagai manfaat lain yang dapat berguna untuk kehidupan manusia.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam energi alternatif, seperti dilansir dari laman Sudutenergi, Rabu (10/2/2021).

1. Energi Biomassa

Biomassa adalah sumber energi yang berasal dari makhluk hidup, contohnya seperti sisa atau pembuangan kotoran manusia dan hewan. Hasil pengolahannya yang berupa gas disebut sebagai biogas.

Pengembangan energi biomassa tersebut diharapkan bisa menekan penggunaan bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan listrik yang masih dominan.

Keunggulan biomassa adalah merupakan sumber energi yang dapat dibaharui dan dapat menyediakan energi yang terus berkesinambungan.

2. Energi Matahari

Energi matahari termasuk daftar macam-macam energi alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti energi fosil. Sinar dan panas yang dipancarkan oleh matahari bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik.

Untuk menghasilkan energi ini, dibutuhkan panel unsur semikonduktor yang dapat menyimpan panas atau sering disebut dengan panel surya.

Walau energi matahari akan terus ada dan terbarukan, faktor cuaca dapat menghambat proses produksi energi alternatif jenis ini.

3. Energi Air

Energi air atau disebut dengan hydropower, merupakan sumber energi yang dihasilkan dari kekuatan air. Untuk menghasilkan energi ini biasanya dilakukan dengan membuat bendungan untuk menampung air.

Air dalam bendungan tersebut kemudian digabungkan dengan pipa air yang diarahkan menuju turbin. Makin banyak air yang mengalir pada turbin, energi yang dihasilkan akan makin besar.

Jadi, energi jenis tersebut sangat bergantung pada pasokan air yang ada.

4. Energi Angin

Macam-macam energi alternatif selanjutnya juga bisa didapat dari kekuatan angin. Sumber energi ini tidak lain dihasilkan dari embusan angin yang diolah dan dikumpulkan menjadi suatu energi yang besar.

Jenis energi tersebut biasanya dihasilkan dengan menggunakan kincir angin. Cara kerja kincir angin ini memang sering kali terlihat gerakan lambat.

Kendati demikian, kincir angin ini mampu menghasilkan energi yang sangat besar.

Energi angin tersebut bisa digunakan sebagai energi listrik setelah disambungkan dengan generator. Energi dengan kekuatan angin tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan energi alternatif lain karena sama sekali tidak menimbulkan limbah.

5. Energi Panas Bumi

Seperti halnya dengan energi matahari, energi panas bumi memanfaatkan daya panas dari dalam bumi. Kondisi Indonesia yang memiliki banyak gunung dan pegunungan menjadi keuntungan tersendiri.

Aktivitas vulkanik yang terjadi pada gunung di Indonesia sangat bermanfaat dalam pengolahan energi panas bumi.

6. Energi Gelombang

Energi gelombang dihasilkan dari pemanfaatan gelombang laut yang sedang pasang. Penggunaannya memang tidak merusak lingkungan, tetapi dalam memanfaatkan gelombang ini membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membangun reaktornya.

Wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan laut yang mengelilinginya, menjadi potensi sempurna untuk mengembangkan energi gelombang ini.

Bahkan pada 2014, pemerintah sudah menaruh perhatian pada pemanfaatan laut sebagai sumber energi terbarukan.

Walau mempunyai potensi yang tinggi, energi jenis ini mempunyai kendala tersendiri, yaitu kecepatan ombak yang tidak stabil bisa memengaruhi proses produksi energi yang dilakukan.

Tak hanya itu, untuk menghasilkan energi yang satu ini juga dibutuhkan anggaran yang cukup besar.

Sumber: Sudutenergi