Macam-Macam Konjungsi Temporal, Lengkap Penjelasan dan Contoh Kalimatnya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam konjungsi temporal ada dua, yakni konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Macam-macam konjungsi temporal sederajat harus ditempatkan di tengah kalimat. Sementara macam-macam konjungsi temporal tidak sederajat boleh diletakkan di mana saja, awal, tengah, ataupun akhir kalimat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Untuk konjungsi temporal sendiri adalah salah satu jenis kata hubung yang berfungsi untuk menjabarkan secara kronologi dari suatu keadaan atau suatu peristiwa.

Penerapan kedua macam-macam konjungsi temporal tersebut bisa dipahami lebih dalam dari contoh kalimatnya. Mulai pahami dan berhentilah membuat kalimat berkonjungsi temporal yang tidak tepat. Berikut Liputan6.com ulas macam-macam konjungsi temporal dan contoh kalimatnya dari berbagai sumber, Jumat (28/5/2021).

Mengenal Konjungsi

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Melanie

Konjungsi adalah kata sambung untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya dan tidak juga untuk tujuan atau maksud lain. Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi juga tidak menerangkan kata. Konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dan yang lainnya.

Lalu menurut Kridalaksana (1994: 102) menjelaskan konjungsi adalah kategori yang memiliki fungsi sebagai memperluas satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan atau lebih dalam suatu konstruksi. Sumarlan (2003: 32) menegaskan konjungsi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan suatu unsur satu dengan yang lainnya dalam sebuah kalimat, paragraf atau sebuah wacana.

Mengenal Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah salah satu jenis kata hubung yang berfungsi untuk menjabarkan secara kronologi dari suatu keadaan atau suatu peristiwa. Kata konjungsi temporal merupakan kata hubung yang berkaitan dengan waktu.

Subjektif temporal ini memiliki sebuah fungsi yang dengan memesan secara kronologis suatu situasi atau peristiwa untuk membuat makna kalimat itu dapat dimengerti. Terdapat beberapa tipe diantaranya ialah konjungsi temporal yang setara dengan konjungsi temporal tidak sama.

Berikut ciri-ciri macam-macam konjungsi temporal:

1. Berfungsi untuk subjungtif dalam kalimat, hingga pada kalimat tersebut dapat mempunyai sebuah makna yang lengkap, koheren dan mudah untuk dimengerti.

2. Untuk penempatan, dalam temporal dapat ditempatkan di bagian awal atau di tengah kalimat.

3. Dapat bertindak sebagai tautan antara klausa dan kalimat induk.

4. Terdapat adanya sebuah hubungannya yang terkait pada waktu.

Macam-Macam Konjungsi Temporal

Ilustrasi Membaca. Credit: unsplash.com/Priscilla
Ilustrasi Membaca. Credit: unsplash.com/Priscilla

Macam-Macam Konjungsi Temporal Sederajat

Macam-macam konjungsi temporal yang pertama yakni konjungsi temporal sederajat. Konjungsi temporal sederajat adalah kata konjungsi yang bersifat setara atau sedarajat. Macam-macam konjungsi temporal sederajat tidak boleh ditempatkan pada bagian awal maupun akhir kalimatnya, namun harus berada pada tengah tengah kalimat.

Pasalnya, jika macam-macam konjungsi sederajat diletakkan di awal ataupun akhir kalimat akan membuat kalimat tersebut menjadi sulit untuk dipahami. Berikut ini contoh macam-macam konjungsi temporal sederajat yang cukup sering ditemukan di beberapa kalimat:

- Sebelumnya

- Selanjutnya

- Setelahnya

- Lalu

- Kemudian

- Sesudahnya

Setelah mengetahui contoh dari macam-macam konjungsi temporal sederajat, berikut ini penjelasan mengenai contoh kalimat ketika menggunakan contoh macam-macam konjungsi temporal sederajat yang sudah dijelaskan sebelumnya.

1. Habib sedang mencuci piring, sebelumnya ia telah menyapu halaman.

2. Doni pergi bermain, sebelumnya ia telah mengerjakan tugas sekolah.

3. Dito mengerjakan PR bahasa Indonesia dan sesudahnya ia akan mengumpulkan tugas itu.

4. Husai baru menyelesaikan PR Ipa selanjutnya ia akan menyelesaikan PR bahasa Indonesia.

5. Tito kecelakaan lalu di bawa ke rumah sakit.

6. Guru memberikan materi Matematika kemudian memberikan tugas kepada murid muridnya tersebut.

7. Sarmila suka sekali bernyayi, ketika ia telah selesai bernyayi dangdut setelahnya ia bernyayi lagu pop

8. Siang ini kami belajar matematika kemudian belajar bahasa inggris

9. Kakak nonton Tv sebelumnya ia telah mengerjakan PR.

10. Risti merupakan pengusaha makanan yang sukses, sebelumnya ia hanya penjual kaki lima.

Macam-Macam Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Macam-macam konjungsi temporal sederajat adalah kata sambung yang menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat. Kata hubung ini dapat juga berguna untuk jenis kalimat majemuk.

Tidak seperti macam-macam konjungsi temporal sederajat yang harus diletakkan di tengah kalimat. Macam-macam konjungsi temporal tidak sederajat bisa diletakkan di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.

Berikut ini contoh macam-macam konjungsi temporal tidak sederajat yang bisa diletakkan di awal, tengah, ataupun akhir kalimat:

- Ketika

- Sejak

- Apabila

- Sebelum

- Hingga

- Demi

- Sementara

- Sambil

- Bila

- Waktu

- Saat

- Manakala

Setelah mengetahui contoh macam-macam konjungsi temporal tidak sederajat, berikut ini penjelasan mengenai contoh kalimat ketika menggunakan macam-macam konjungsi tidak temporal sederajat yang sudah dijelaskan sebelumnya.

1. Ketika aku mengerjakan PR, adikku datang mengganggu.

2. Aku jalan jalan ketika teman temanku mengajak pergi.

3. Rika bekerja keras sejak Ayahnya berhenti bekerja.

4. Aku belajar giat sejak nilai bahasa Indonesiaku jelek.

5. Apabila kakak suka menabung, Ibu akan merasa senang.

6. Abah menonton TV sambil meminum kopi.

7. Bila adik tidak mau sekolah, Ayah tidak akan membelikan mainan baru.

8. Sementara aku membereskan tempat tidur ibu menyiapkan makanan

9. Adik mau makan apabila lauknya ayam goreng.

10. Sang putri merasa gembira manakala pangeran datang ke istana.

Macam-Macam Konjungsi Lainnya

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Piho
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Piho

Macam-Macam Konjungsi Sederajat

Kata penghubung yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:

Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.

Menggabungkan pilihan: atau

Menggabungkan pertentangan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya

Menggabungkan pembetulan: melainkan, hanya

Menggabungkan penegasan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan

Menggabungkan batasan: kecuali, hanya

Menggabungkan urutan: lalu, kemudian, selanjutnya

Menggabungkan persamaan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah

Menggabungkan penyimpulan: jadi, karena itu, oleh sebab itu

Macam-Macam Konjungsi Bertingkat

Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:

Menyatakan sebab: sebab dan karena

Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asal

Menyatakan tujuan: agar dan supaya

Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.

Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga

Menyatakan sasaran: untuk dan guna

Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana

Macam-Macam Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antar kalimat merangkaikan dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri. Berikut pembagian konjungsi antar kalimat:

Makna konsekuensi atau akibat: dengan demikian, akibatnya.

Makna kebalikan: sebaliknya, berbeda dengan

Makna keadaan setelahnya: kemudian, selanjutnya, setelah itu.

Makna keadaan sebenarnya: sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya

Makna keadaan sebelumnya: malahan, bahkan, tak hanya itu.

Makna mempertentangkan keadaan sebelumnya: akan tetapi, sayangnya, namun.

Makna kesediaan: biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian

Macam-Macam Konjungsi Lainnya

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: freepik.com

Macam-Macam Konjungsi Antar Paragraf

Konjungsi antar paragraf digunakan untuk mengawali suatu paragraf yang memiliki korelasi dengan paragraf sebelumnya. Contoh dari konjungsi antar paragraf adalah terebih lagi, disamping, oleh karena itu, berdasarkan, jadi, dan pun.

Macam-Macam Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif menghubungkan dua atau lebih unsur baik kata maupun klausa yang sama pentingnya atau setara. Konjungsi koordinatif hanya menggunakan satu kata untuk menggabungkan dua klausa yang memiliki status setara. Contoh: dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.

Macam-Macam Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Kedua klausa dalam konjungsi subordinatif tidak setara. Klausa yang memiliki tingkatan lebih tingi disebut induk kalimat sedangkan klausa yang lebih rendah disebut anak kalimat. Berikut pembagiannya:

Penghubung subordinatif atributif: yang.

Penghubung subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.

Penghubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.

Penghubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.

Penghubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.

Penghubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).

Penghubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.

Penghubung subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.

Penghubung subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).

Penghubung subordinatif alat: dengan, tanpa.

Penghubung subordinatif cara: dengan, tanpa.

Penghubung subordinatif komplementasi: bahwa.

Penghubung subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada).

Macam-Macam Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif; menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang memiliki status sintaksis yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Kalimat yang dibentuk agak rumit dan bervariasi, kadang setara, bertingkat, atau bisa juga kalimat dengan dua subjek dan satu predikat.

Contoh: baik ... maupun, tidak hanya ..., tetapi juga, bukan hanya ..., melainkan juga, demikian ... sehingga, sedemikian rupa ... sehingga, apa(kah) ... atau, entah ... entah, jangankan ..., ... pun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel