Macam-Macam Lari dalam Olahraga Atletik yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Lari menjadi satu di antara olahraga paling populer dan digandrungi banyak orang. Hal ini dikarenakan olahraga lari paling mudah untuk dilakukan.

Selain itu, olahraga lari tidak butuh banyak biaya, hanya memerlukan sebuah ketekunan dan ketelatenan untuk melakukannya.

Walau merupakan olahraga yang murah dan mudah, aktivitas ini bukan hanya sekadar memakai sepatu lari dan berlari begitu saja.

Di sisi lain, olahraga lari sering dilombakan dalam berbagai event, baik nasional maupun internasional seperti Olimpiade, Asian Games, atau SEA Games.

Olahraga lari merupakan satu di antara nomor pertandingan yang cukup bergengsi pada atletik. Dalam pertandingan atletik, cabang olahraga lari terbagi menjadi lima macam.

Masing-masing macam lari memiliki teknik dan aturan yang berbeda. Bagi kamu yang menginginkan mengetahui macam-macam lari dalam olahraga atletik, bisa menyimak pembahasannya di bawah ini.

Berikut ini pembahasan tentang macam-macam lari dalam olahraga atletik, dikutip dari laman Percepat dan Dosenpendidikan, Kamis (21/10/2021).

Lari Sprint dan Lari Jarak Pendek

1. Lari Sprint

Lari jarak pendek adalah satu di antara cabang olahraga atletik yang dilakukan seorang atlet untuk menempuh jarak 100 meter. Lari sprint termasuk kategori lari jarak pendek, namun terkadang dibedakan karena jarak tempuhnya yang sangat pendek.

2. Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek adalah satu di antara cabang olahraga atletik yang dilakukan seorang atlet untuk menempuh jarak pendek 100 hingga 400 meter. Pada cabang ini, seorang atlet yang bertanding dituntut memaksimalkan berlarinya dengan kecepatan penuh saat aba-aba sudah dimulai.

Hal yang perlu diperhatikan sebagai pelari cabang lari jarak pendek adalah harus mengetahui frekuensi langkah yang dimiliki. Selain itu ada tiga hal lainnya yang perlu diperhatikan, yakni drive, percepatan tahap, dan terakhir adalah fase reaksi.

Lari Jarak Menengah dan Lari Jarak Jauh

Ilustrasi olahraga lari. (Photo by Andrea Piacquadio on Pexels)
Ilustrasi olahraga lari. (Photo by Andrea Piacquadio on Pexels)

3. Lari Jarak Menengah

Sesuai namanya, lari jarak menengah adalah cabang olahraga atletik yang memiliki jarak tempuh 800 meter hingga 1500 meter. Ada yang perlu diperhatikan pelari kategori ini, yaitu sebelum berlari, para atlet harus menempelkan telapak tangan di tanah.

Pandangan mata lurus ke depan. Mengayunkan lengan dengan seperlunya. Kemudian peserta menyondongkan badan ke depan sebelum adanya peluit dimulainya perlombaan.

Satu di antara poin penting pada lari jarak menengah ialah lari apa adanya. Para atlet tidak perlu memaksakan diri hingga menghabiskan tenaga sebelum mendekati garis finis, usahakan kecepatan makin meningkat ketika makin mendekati garis finis.

4. Lari Jarak Jauh

Lari jarak jauh adalah cabang olahraga atletik yang memiliki jarak tempuh paling jauh yaitu berjarak 3 km hingga 10 km. Cabang lari ini cukup populer.

Hal tersebut ditandai dengan sering diadakannya pada acara tertentu karena memiliki jarak tempuh yang cukup jauh membuat banyak orang ingin mencobanya.

Ada pula lari yang dinamakan cross country, di mana jarak yang ditempuh lebih jauh lagi. Baik lari maraton maupun lari cross country ini dilakukan di luar stadion. Kunci utama untuk melakukan olahraga ini adalah mental dan fisik yang kuat.

Lari Estafet dan Lari Halang Rintang

5. Lari Estafet

Macam-macam lari selanjutnya adalah lari estafet atau sering disebut sebagai lari sambung. Cabang olahraga atletik ini dimainkan secara bersambung dalam suatu tim.

Setiap tim terdiri dari empat orang. Olahraga lari estafet dilakukan dengan cara memberikan sebuah tongkat estafet kepada setiap pelari yang dilakukan secara sambung menyambung.

Jarak lintasan untuk lari estafet biasanya 100 hingga 400 meter. Dalam melakukan lari estafet ini sangat membutuhkan kerja sama tim sehingga hasil yang didapatkan tidak mengecewakan.

6. Lari Halang Rintang (Lari Gawang)

Dalam sebuah lomba lari haling rintang jarak yang ditempuh sejauh 3000 meter disertai dengan berbagai rintangan yang harus dilewati oleh pelari tanpa melakukan kesalahan.

Rintangannya dibedakan menjadi rintangan water jump dan rintangan gawang. Seorang pelari dituntut harus memiliki stamina dan fokus yang tinggi agar mampu melewati rintangan yang telah disiapkan.

Sumber: percepat.com, dosenpendidikan.co.id

Dapatkan artikel macam dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel