Macam-Macam Pernapasan, Alat, dan Mekanismenya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Pernapasan adalah kegiatan penting yang dilakukan setiap makhluk hidup. Tanpa bernapas, makhluk hidup, terutama manusia, akan meninggal hanya dalam hitungan menit.

Pernapasan berasal dari kata dasar 'napas'. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, napas adalah udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan kembali dari paru-paru.

Jadi, pernapasan adalah aktivitas pengambilan dan pengeluaran udara yang dilakukan oleh organ pernapasan. Tanpa bernapas, makhluk hidup tidak akan bisa bertahan.

Sel dan jaringan tubuh akan lumpuh karena tidak memperoleh energi untuk hidup dan beraktivitas. Perlu diketahu,i saat seseorang sedang menghirup udara, hal itu berarti orang tersebut sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Berdasarkan organ yang terlibat, ada dua jenis pernapasan. Apa saja macam-macam pernapasan tersebut?

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam pernapasan, alat dan mekanismenya, seperti dilansir dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id, Jumat (29/10/2021).

Mekanisme Pernapasan

Ilustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Kimmy
Ilustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Kimmy

Sebelum membahas macam-macam pernapasan, ketahui dulu mekanismenya. Pernapasan pada manusia berlangsung dengan cara mengubah tekanan udara di dalam paru-paru.

Perubahan tekanan ini menyebabkan udara dapat keluar dan masuk dari dan ke dalam paru-paru yang disebut bernapas. Proses bernapas pada manusia melalui dua tahap:

1. Inspirasi (penghirupan)

Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar.

Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.

2. Ekspirasi (pengembusan)

Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil.

Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru.

Macam-Macam Pernapasan

Ilustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Karolina

1. Pernapasan Dada

Pernapasan dada berlangsung dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap Inspirasi

Inspirasi terjadi bila otot antartulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang. Hal tersebut membuat tekanan udara menjadi lebih kecil dari udara atmosfer sehingga udara masuk.

  • Tahap Ekspirasi

Ekspirasi terjadi bila otot antartulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer yang mengakibatkan udara keluar.

2. Pernapasan perut

Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap Inspirasi

Inspirasi terjadi bila otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar dan mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udaranya mengecil, kemudian diikuti paru-paru yang mengembang.

Hal itu mengakibatkan adanya tekanan udara lebih kecil dari tekanan udara atmosfer yang masuk.

  • Tahap Ekspirasi

Ekspirasi diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi, menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada.

Dengan begitu, volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar. Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.

Alat-Alat Pernapasan

Ilustrasi bernapas. Credit: unsplash.com/EliDeFaria
Ilustrasi bernapas. Credit: unsplash.com/EliDeFaria

1. Rongga Hidung

Rongga hidung merupakan saluran pernapasan pertama yang dilalui udara. Pada rongga hidung terdapat rambut-rambut hidung, mukus, dan indra pembau.

Rambut hidung dilapisi oleh lendir yang berfungsi untuk menyaring udara pernapasan. Kemudian udara masuk ke faring.

2. Faring

Faring atau tekak merupakan daerah pertemuan saluran respirasi dan saluran pencernaan makanan. Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut dengan uvula atau anak tekak. Selanjutnya, udara masuk ke laring.

3. Laring

Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglottis). Pada pangkal tenggorok inilah terdapat pita suara.

4. Trakea

Trakea (batang tenggorokan) merupakan saluran pernapasan yang berbentuk pipa yang terdiri atas gelang-gelang tulang rawan (panjang sekitar 10 cm) dan dilengkapi oleh lapisan epithelium bersilia yang menyekresi lendir.

Epitelium bersilia berfungsi untuk menangkap benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan dan membungkusnya dengan lendir, serta mengembalikan ke saluran pernapasan.

5. Paru-paru

Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleurayang, di dalamnya terdapat cairan limpa yang berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat inspirasi dan ekspirasi.

6. Bronkus

Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Struktur penyusunnya pun sama, tetapi jaringan tulang rawan hanya setengah lingkaran.

7. Bronkiolus

Bronkiolus mempunyai struktur yang sama dengan bronkus, tetapi epitelium bersilianya mengalami modifikasi menjadi sisik.

8. Alveolus

Alveolus merupakan ujung dari saluran pernapasan yang dibangun oleh epitel skuamosa sederhana. Alveolus berbentuk gelembung-gelembung yang mempunyai dinding tipis, selalu lembap, dan banyak mengandung kapiler darah.

Hal tersebut yang memungkinkan berfungsi sebagai tempat terjadinya difusi Oksigen (O2) dan Karbondioksida (CO2 ) melalui kapiler darah tersebut.

Saluran Pernapasan Manusia

llustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Gilbert
llustrasi bernapas. Credit: pexels.com/Gilbert

Selain sebagai alat pernapasan manusia, alat-alat tersebut di atas berperan sebagai saluran pernapasan yang satu sama lain memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

  • Rongga hidung, berfungsi menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara.

  • Faring, berfungsi menyalurkan udara ke saluran sekitarnya.

  • Glotis (lubang kecil/celah), berfungsi untuk melewatkan udara.

  • Laring, berfungsi menghasilkan bunyi (pita suara).

  • Trakea, berfungsi menyalurkan udara ke paru-paru.

  • Bronkus, berfungsi menyalurkan udara ke alveolus.

  • Alveolus, berfungsi sebagai tempat pertukaran udara (kantong udara).

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel