Macam-Macam Pola Langkah dalam Pencak Silat

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Pencak silat merupakan seni bela diri dari Indonesia yang telah ada dari generasi ke generasi. Pencak silat berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dengan masing-masing keunikan gerakan dan musik yang mengiringinya.

Bahkan, pencak silat sudah menjadi warisan budaya tak benda. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah memasukkan pencak silat ke daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Tidak hanya sekadar kekuatan pukul atau jurus, pencak silat dapat membentuk karakter seseorang. Dengan pencak silat, masyarakat bisa saling bersilaturahmi satu sama lain.

Perkembangan silat terbagi menjadi dua bagian, yaitu pencak silat yang berfungsi sebagai hibur diri dan pencak silat sebagai bela diri.

Seperti jenis olahraga lainnya, dalam pencak silat terdapat beberapa teknik yang perlu dikuasai. Satu di antara yang tidak boleh diabaikan ialah pola langkahnya.

Di dalam pencak silat, pola langkah menjadi teknik penting yang perlu dilatih dan dikuasai oleh setiap petarung. Ada beberapa pola langkah yang perlu dilatih hingga eksekusinya menjadi sempurna, terutama saat pertandingan.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam pola langkah dalam pencak silat yang perlu dikuasai, seperti dilansir dari laman emodul.kemdikbud.go.id, Kamis (14/10/2021).

Pola Langkah dalam Pencak Silat

Ilustrasi pencak silat, bela diri. (Photo by Thao Le Hoang on Unsplash)
Ilustrasi pencak silat, bela diri. (Photo by Thao Le Hoang on Unsplash)

Pola Langkah Lurus

Teknik pola langkah lurus adalah saat seorang petarung melakukan gerak langkah menciptakan garis lurus. Ketika membentuk garis lurus, hal ini bisa dilakukan saat melangkah maju maupun mundur.

Dalam praktiknya, petarung bisa memulainya dari satu di antara teknik kuda-kuda, terutama dari kuda-kuda tengah.

Pola Langkah Zig-zag

Pola langkah zig-zag adalah ketika petarung melakukan gerak langkah menciptakan gerakan seperti mata gergaji alias zig-zag.

Dalam praktiknya, petarung bisa memulainya dari sikap pasang lebih dulu, selanjutnya pola langkah yang dibentuk dengan menyerong.

Pola Langkah dalam Pencak Silat

Ilustrasi pencak silat, bela diri. (Photo by SOON SANTOS on Unsplash)
Ilustrasi pencak silat, bela diri. (Photo by SOON SANTOS on Unsplash)

Pola Langkah Huruf S

Pola langkah huruf S bisa dilakukan oleh petarung dengan berdiri dengan posisi titik mengarah sesuai arah yang ditunjukkan. Kaki kanan geser ke arah berat badan yang sedang bertumpu pada kaki kanan, yang kemudian dilanjutkan atau disusul dengan kaki kiri.

Gerakan pola langkah pada dasarnya menggabungkan tiga teknik kuda-kuda yang menciptakan huruf S. Penggunaan kombinasi kuda-kuda antara lain adalah kuda-kuda samping, belakang, dan tengah.

Pola Langkah Huruf U

Pola langkah huruf U atau ladam bisa dimulai dengan sikap tubuh awal tegak dan menggerakkan kaki ke sisi kanan yang disusul dengan kaki kiri merapat sebelum kaki kiri maju.

Tarik kembali kaki dan menutup yang kemudian digerakkan ke sisi kiri dan tarik kaki kanan, untuk menutup sebelum dilangkahkan ke arah depan. Untuk langkah terakhir, tarik kaki kanan lagi agar merapat dan membentuk sikap awal.

Pola Langkah dalam Pencak Silat

Ilustrasi pencak silat. (Photo by AgusTriyanto on Pixabay)
Ilustrasi pencak silat. (Photo by AgusTriyanto on Pixabay)

Pola Langkah Segi Tiga

Pola langkah segitiga adalah ketika petarung bergerak membentuk bidang segitiga. Biasanya, teknik ini dilaksanakan dengan memanfaatkan dua teknik kuda-kuda, yakni kuda-kuda depan dan tengah.

Pola Langkah Segi Empat

Pola langkah segi empat adalah saat petarung bergerak dengan memanfaatkan gabungan kuda-kuda depan dan tengah, mirip langkah segitiga, hanya harus dilakukan dengan cara siap kuda-kuda depan lebih dulu.

Setelah itu, lakukan gerakan maju menggunakan kuda-kuda tengah dan barulah bisa terbentuk pola langkah segi empat yang dimaksud.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel