Macam-Macam Puisi Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Puisi adalah satu di antara jenis atau bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya imajinatif.

Puisi juga dianggap sebagai rangkaian ungkapan yang menggambarkan perasaan terdalam dari penulisnya. Pesan yang ingin disampaikan penyair dirangkai dengan kata-kata indah penuh makna, yang berbeda dengan bahasa sehari-hari.

Bahkan, bisa dikatakan bahasa dalam puisi juga berbeda dengan bahasa karya sastra lainnya, seperti drama atau prosa. Dalam pembuatannya, puisi biasanya dibuat berdasarkan pengalaman hidup atau ide-ide kreatif yang bermakna.

Berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan menjadi beberapa macam. Bagi para pencinta karya sastra, terutama puisi penting untuk mengetahuinya.

Apa saja macam-macam puisi yang perlu diketahui dan dipahami?

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam puisi beserta penjelasan, seperti dilansir dari laman Berpendidikan, Selasa (16/3/2021).

Macam-Macam Puisi Lama

Ilustrasi puisi, pantun, menulis, membaca. (Photo by Suzy Hazelwood from Pexels)
Ilustrasi puisi, pantun, menulis, membaca. (Photo by Suzy Hazelwood from Pexels)

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas. Adapun macam-macam puisi lama ialah:

  • Mantra adalah jenis puisi lama dianggap memiliki kekuatan gaib dan bersifat misterius.

  • Pantun adalah jenis puisi lama yang bercirikan sajak a-b-a-b, tiap bait terdiri empat baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, dua baris awal sebagai sampiran, dua baris berikutnya sebagai isi.

  • Karmina adalah puisi lama yang sering disebut pantun kilat karena seperti pantun tetapi pendek.

  • Seloka adalah salah satu macam-macam puisi lama yang berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung sindiran, senda gurau bahkan ejekan.

  • Gurindam adalah puisi yang berisikan tiap bait dua baris, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat.

  • Syair adalah jenis puisi lama yang berasal dari Arab dengan ciri tiap bait empat baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

  • alibun adalah pantun yang lebih panjang dari pantun pada umumnya, yang tiap bait biasanya terdiri dari enam, delapan, atau 10 baris.

Macam-Macam Puisi Modern

Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh cromaconceptovisual dari Pixabay)
Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh cromaconceptovisual dari Pixabay)

Puisi modern adalah bentuk puisi yang benar-benar bebas. Bebas dalam bentuk maupun isi. Berikut ini macam-macam puisi modern:

  • Balada

Balada ialah puisi yang berisi suatu cerita. Contoh balada ialah Jante Arkidam karya Ajib Rosidi, Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra, Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya W.S. Rendra.

  • Romance

Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan kasih sayang terhadap kekasih tercinta.

  • Elegi

Elegi adalah puisi yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih, rindu atau murung, terutama akibat adanya kematian seseorang. Karangan puisi Amir Hamzah yang terkumpul dalam buku berjudul 'Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu' kebanyakan masuk jenis puisi ini.

  • Himne (Gita puja)

Himne ialah puisi yang berisi puji-pujian terhadap Tuhan atau sesuatu yang dimuliakan seperti pahlawan.

  • Ode

Ode ialah puisi yang bertema mulia. Ode mempunyai ciri nada dan gaya yang sangat resmi serta bersifat menyanjung. Ode dapat melukiskan peristiwa umum penting atau peristiwa yang menyangkut kehidupan pribadi.

  • Satire

Satire ialah karya sastra baik prosa maupun puisi yang berisi kritikan tajam. Bahkan ada juga yang berisi sindiran hingga cemoohan terhadap kepincangan–kepincangan sosial atau penyalahgunaan serta kebodohan manusia serta pranatanya.

Tujuan kritikan tersebut ialah untuk memperbaiki penyalahgunaan, dengan cara mencetuskan kemarahan dan tawa bercampur dengan kecaman serta ketajaman pikiran.

Macam-Macam Puisi Baru

Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh Christine Sponchia dari Pixabay)
Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh Christine Sponchia dari Pixabay)

Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh pengaturan dalam penciptaan puisi. Meski tidak terikat, tetap ada banyak aturan dalam puisi modern, seperti ritme, rima, dan musikalitas. Ada beberapa macam puisi baru, yakni:

  • Puisi kamar, ialah puisi yang cocok dibaca sendirian atau dengan satu dua orang pendengar saja di kamar.

  • Puisi auditorium, ialah puisi yang cocok dibaca di auditorium, di mimbar yang jumlah pendengarnya bisa ratusan orang.

  • Puisi fisikal, puisi yang bersifat realitas, artinya menggambarkan kenyataan apa adanya.

  • Puisi platonik, ialah puisi yang sepenuhnya berisi hal-hal yang bersifat spiritual kejiwaan.

  • Puisi metafisikal, ialah puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca untuk merenungkan kehidupan dan Tuhan.

  • Puisi subjektif, ialah puisi yang mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan dan suasana dalam diri penyair sendiri.

  • Puisi objektif, ialah puisi yang mengungkapkan hal-hal di luar dari diri penyair itu sendiri.

  • Puisi diafan, ialah puisi yang sedikit sekali imajinasi kata-kata dan bahasa bersifat figuratif sehingga puisinya mirip dengan bahasa sehari-hari.

  • Puisi prismatis, ialah puisi yang memunculkan berbagai macam makna. Hal itu berkat kemampuan penyair yang mampu menciptakan majas, diksi, dan pengimajinasian secara serasi dan seimbang.

  • Puisi parnaisan, ialah puisi yang mengandung nilai-nilai keilmuan. Puisi ini diciptakan dengan dasar pertimbangan ilmu dan pengetahuan bukan inspirasi.

  • Puisi inspiratif, ialah puisi yang diciptakan berdasarkan mood atau passion. Suasana batin benar-benar terlibat dalam puisi ini.

  • Puisi demonstratif, ialah puisi yang melukiskan dan merupakan hasil refleksi demonstrasi. Puisi jenis ini pada umumnya bersifat kelompok, jadi bukan menyuarakan gejolak individu.

  • Puisi pamflet, ialah puisi yang mengungkapkan protes sosial. Puisi jenis satire termasuk jenis puisi ini.

Sumber: Berpendidikan