Macam-Macam Sistem Ekonomi, Ciri serta Kekurangan dan Kelebihannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam sistem ekonomi adalah cara masyarakat atau pemerintah mengatur perekonomiannya. Sistem ekonomi mencakup banyak lembaga, lembaga, entitas, proses pengambilan keputusan, dan pola konsumsi yang membentuk struktur ekonomi komunitas tertentu. Macam-macam sistem ekonomi mengatur faktor produksi, termasuk tanah, modal, tenaga kerja, dan sumber daya fisik.

Macam-macam sistem ekonomi bisa berbeda dari satu negara ke negara lainnya. Tiap macam-macam sistem ekonomi memiliki karakteristik pembeda sendiri, meskipun semuanya memiliki beberapa fitur dasar. Macam-macam sistem ekonomi dapat dikategorikan menjadi empat jenis utama: ekonomi tradisional, ekonomi komando, ekonomi campuran, dan ekonomi pasar.

Macam-macam sistem ekonomi adalah seperangkat prinsip yang dengannya masalah ekonomi ditangani. Berikut macam-macam sistem ekonomi dan ciri-cirinya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(14/4/2021).

Sistem ekonomi tradisional

Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay

Sistem ekonomi tradisional didasari oleh kehidupan masyarakat tradisional berkembang. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bergantung pada sumber daya alam. Masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. Dengan demikian rumah tangga dapat bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduanya.

Sistem ekonomi tradisional menggunkaan kebiasaan masyarakat secara turun temurun. Berikut ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

- Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.

- Pertukaran dilakukan dengan sistem barter

- Belum mengenal pembagian kerja.

- Masih terikat tradisi.

- Masih bergantung pada sektor pertanian.

- Teknologi dalam produksinya masih sederhana.

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia  (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah masih kentalnya semangat kekeluargaan tiap individu, tak adanya eksploitasi sumber daya yang berlebihan, dan lingkungan lebih terjaga.

Sementara kekurangan dari sistem ekonomi ini adalah perkembangan yang lambat bahkan cenderung berjalan di tempat serta tidak optimalnya kegiatan ekonomi karena keterbatasan sumber daya.

Sistem ekonomi pasar

Ilustrasi Ekonomi Credit: pexels.com/energepic.com
Ilustrasi Ekonomi Credit: pexels.com/energepic.com

Sistem ekonomi pasar juga sering disebut dengan sistem ekonomi bebas, liberal, atau kapitalis. Sistem ekonomi ini bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar adalah:

- Masyarakat diberikan banyak kebebasan dalam melaksanakan kegiatan perekonomian.

- Mempunyai kebebasan dalam memiliki barang modal.

- Dalam melakukan suatu tindakan ekonomi dilandasi atas semangat untuk mencari suatu keuntungan sendiri.

- Individu leluasa untuk memiliki sumber daya

- Kompetisi sangat dihargai

- Tidak ada batasan bagi individu untuk menerima imbalan atas prestasi kerja

- Pemerintah hanya sebagai pengamat/pelindung perekonomian.

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar

Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay

Kelebihan dari sistem ekonomi ini adalah adanya persaingan sehat sehingga konsumen dapat memiliki barang berkualitas baik dengan harga murah. Selain itu sistem ekonomi ini memungkinkan seluruh lapisan masyarakat melakukan kegiatan ekonominya sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.

Sementara itu, kekurangan dari sistem ini adalah adanya potensi eksploitasi sumber daya. Selain itu, karena berprinsip pada kebebasan, minimnya peran pemerintah dapat menimbulkan krisis dan kesejahteraan yang tidak merata.

Sistem ekonomi terpusat

Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi ekonomi Credit: pexels.com/pixabay

Sistem ekonomi terpusat juga sering disebut dengan sistem ekonomi terencana, komando, komunis, atau sosialis. Ada dua bentuk utama perekonomian terpusat, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi.

Namun, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat adalah:

- Menekankan kebersamaan dalam menjalankan perekonomian.

- Imbalan didasarkan pada kebutuhan, bukan berdasar jasanya.

- Campur tangan pemerintah sangat tinggi

- Sumber daya ekonomi diklaim sebagai milik negara.

- Semua kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah, baik dalam hal produksi, distribusi, maupun konsumsi serta penetapan harga

- Tidak adanya kebebasan dalam berwiraswasta, karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi terpusat

Ilustrasi Prinsip Ekonomi Credit: pexels.com/Iven
Ilustrasi Prinsip Ekonomi Credit: pexels.com/Iven

Kelebihan dari sistem ekonomi terpusat adalah pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pengendalian dengan mudah. Pemerintah juga bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua kegiatan ekonomi. Dengan begitu, kemakmuran di masyarakat akan lebih merata.

Sementara kekurangan sistem ekonomi terpusat adalah adanya penindasan daya kreasi masyarakat, sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah. Pasar gelap juga bisa muncul akibat adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah. Masyarakat pun tidak dijamin dalam hal memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta dalam memilih barang konsumsi yang dikehendaki.

Sistem ekonomi campuran

ilustrasi mengatur keuangan | pexels.com/@goumbik
ilustrasi mengatur keuangan | pexels.com/@goumbik

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Di sini pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat.

Berikut ciri-ciri sistem ekonomi campuran:

- kekuasaan dan kebebasan dipegang berdampingan antara pemerintah dan swasta.

- Sumber daya ekonomi dimiliki swasta/individu. Sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai pemerintah.

- Campur tangan pemerintah untuk menstabilkan ekonomi.

- Adanya suatu pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.

- Adanya hak milik perorangan yang diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.

Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran

Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Dengan sistem ekonomi campuran, sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Sistem ekonomi ini juga menawarkan hak individu atau swasta yang diakui dengan jelas. Dalam sistem ekonomi campuran, harga lebih mudah untuk dikendalikan.

Sementara kekurangan dari sistem ekonomi campuran adalah peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta. Selain itu, rentan munculnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah, sedangkan pengawasannya masih minim.