Macam-Macam Start Jongkok dalam Atletik, Ketahui dan Pahami Tekniknya

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Atletik adalah cabang olahraga yang terdiri dari gabungan beberapa jenis olahraga fisik, seperti olahraga lari, lempar, lompat, dan jalan. Saat ini, atletik menjadi satu di antara olahraga paling umum yang dimainkan di berbagai penjuru dunia.

Yap, atletik telah menjadi olahraga berskala internasional, bahkan hampir setiap negara di dunia kerap turut terlibat dalam perlombaan cabang olaharaga tersebut, termasuk Indonesia.

Atletik berasal dari bahasa Yunani, yakni Athlon yang artinya berlomba atau bertanding. Atletik memiliki istilah lain yang berasal dari beberapa bahasa, antara lain athletics (bahasa Inggris), athletiek (bahasa Belanda), athletuque (bahasa Perancis), dan ahtletik (bahasa Jerman).

Di sisi lain, atletik dianggap sebagai olahraga yang sederhana karena tidak membutuhkan banyak perlengkapan dan peralatan yang rumit. Atletik juga tidak membutuhkan banyak biaya jika ingin menekuninya.

Atletik bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi, dan kemampuan biomotorik lainnya.

Adapun macam-macam cabang olahraga atletik, antara lain tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lari jarak pendek, lari jarak jauh, dan lari estafet.

Dalam berbagai jenis olahraga atletik tersebut terdapat posisi start khusus sebagai penilaian. Posisi start merupakan posisi awal di mana setiap perlombaan akan dimulai.

Satu di antara jenis start yang ada dalam atletik ialah start jongkok. Ada beberapa macam start jongkok dalam atletik yang perlu diketahui.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam start jongkok dalam atletik, seperti dilansir dari laman Gurupenjaskes, Rabu (17/3/2021).

Aba-aba dalam Start Jongkok

Ilustrasi olahraga lari. Credit: pexels.com/Mary
Ilustrasi olahraga lari. Credit: pexels.com/Mary

Sebelum membahas macam-macam start jongkong dalam atletik, perlu diketahui aba-abanya. Ada tiga jenis aba-aba dalam lari yang menggunakan start jongkok, seperti yang akan dijelaskan berikut ini:

1. Bersedia

Pada aba-aba ini, pelari telah menempati posisi start masing-masing.

Kedua kaki berada pada balok tumpuan, lutut menyentuh tanah, telapak tangan dan jari-jari terbuka menapak tanah, pandangan atau kepala melihat ke depan dengan posisi rileks untuk memetakan jalur yang akan dilalui, bernapas rileks dan konsentrasi pada tubuh.

2. Siap

Pada aba-aba ini, lutut dan pantat diangkat naik hingga setinggi bahu, kepala menunduk agar tidak hilang keseimbangan, atur pernapasan serileks mungkin, konsentrasi terfokus pada aba-aba berikutnya.

3. Yak/Letusan pistol

Pada aba-aba ini, pelari mulai menolakkan kaki dengan kekuatan penuh dan berlari dengan kecepatan penuh hingga menuju garis akhir/finis.

Posisi tubuh pada aba-aba ini adalah condong ke depan, tangan menekuk membentuk sudt 90 derajad dan berayun seirama dengan gerakan tubuh.

Ayunan lengan ke belakang tak terlalu jauh melebihi pinggul belakang dan ayunan ke depan tak terlalu tinggi dan kepalan tangan hanya sebatas tinggi bahu.

Macam-Macam Start Jongkok

1. Start Jongkok pada Lari Jarak Pendek (Short Start)

Ilustrasi start lari, (Image by Vlad Vasnetsov from Pixabay)
Ilustrasi start lari, (Image by Vlad Vasnetsov from Pixabay)

Saat akan melakukan suatu gerakan pada start jongkok dengan posisi pendek, sebaiknya bisa memposisikan lutut kaki belakang berada di samping ujung telapak kaki depan.

Biasanya, gerakan start jongkok pada posisi pendek dilakukan pada pertandingan atletik yang memiliki ukuran jarak pertandingan berlari sekitar 0-150 meter.

Jarak yang tidak terlalu jauh, membuat pemain harus betul-betul berhasil dalam gerakan start jongkok pada posisi pendek. Jika ada yang salah, bukan tidak mungkin akan tertinggal oleh pemain lainnya.

Berikut beberapa langkah yang harus diketahui para atlet pada posisi start jongkok pendek dalam olahraga atletik.

  • Para atlet bisa memposisikan tangan membuka sejauh dengan lebar garis bahu.

  • Kemudian pastikan posisi ibu jari ada di depan tangan, sejajar dengan lutut kaki belakang. Hal ini dilakukan sekaligus untuk manfaat peregangan otot yang didapatkan.

  • Setelah itu, ibu jari kaki depan diposisikan secara sejajar pada lutut kaki belakang serta tangan sehingga bisa atau dapat memiliki posisi secara agak mundur kurang lebih sekitar 30 cm.

  • Selanjutnya posisikan kepala sedikit menunduk, dengan pandangan mata lurus ke depan, kemudian lakukanlah berlari dengan jarak pendek.

Jika teknik tersebut di atas berhasil dilakukan, tolakan yang dihasilkan dari posisi ini akan menghasilkan lari dengan kecepatan tinggi.

2. Start Jongkok dalam Jarak Menengah (Medium Start)

Ilustrasi lomba lari. (Image by Free-Photos from Pixabay)
Ilustrasi lomba lari. (Image by Free-Photos from Pixabay)

Posisi start jongkok menengah biasanya dilakukan dalam jarak sekitar 500 meter. Dengan jarak yang lumayan jauh, posisi start lagi-lagi memegang peranan penting.

Seorang atlet perlu mahir dalam posisi start jongkok tersebut. Jika salah saat posisi start, risiko cedera lebih tinggi dan akan cukup sulit mengejar langkah lawan.

Berbeda dengan start pendek, pada start medium ini letak lutut kaki belakang berada sejajar dengan tungkai kaki depan atau sedikit lebih kebelakang dari kaki depan.

Beberapa langkah atau cara untuk melakukan sebuah start jongkok menengah ini ,di antaranya sebagai berikut:

  • Seorang atlet harus memposisikan awal, dengan melakukan posisi tangan dibuka sekitar selebar bahu.

  • Kemudian, lakukan posisi lutut kaki belakang secara sejajar pada tungkai kaki depan.

  • Setelah itu seorang atlet memposisikan lutut kaki di belakang secara sejajar, kemudian mundurkan sedikit ke belakang sampai tangan kira-kira sekitar 20-30 cm.

  • Lalu posisikan kepala sedikit ke bawah serta pandangan ke depan, kemudian berlari saat aba-aba start dibunyikan.

3. Start Jongkok dalam Lari Jarak Jauh (Long Start)

Ilustrasi lari. Sumber foto: unsplash.com/Steven Lelham.
Ilustrasi lari. Sumber foto: unsplash.com/Steven Lelham.

Pada saat ingin melakukan suatu perlombaan lari dengan baik, maka melakukan gerakan start jongkok merupakan kunci. Dalam perlomban lari jarak jauh, biasanya berjarak tempuh kurang lebih 1.000 meter.

Dengan jarak lari sejauh itu, tentu membutuhkan stamina yang baik dan start yang sukses. Itulah mengapa penting memahami bagaimana memposisikan start jongkok secara baik agar tidak didiskualifikasi dari perlombaan.

Berikut ini beberapa langkah teknik start jongkok pada lari jarak jauh yang benar:

  • Posisikan letak tangan secara sejajar dengan garis di lapangan. Posisikan juga bahu secara sejajar dengan garis tersebut.

  • Kemudian, posisi lutut condong ke belakang tubuh, dan perhatikan posisi kaki depan harus ditungkaikan.

  • Setelah itu, posisikan pula lutut condong ke belakang juga terhadap tungkai kaki depan. Hal ini dilakukan agar posisi lutut agak jauh dari tanga sehingga membuat seorang atlet akan lebih leluasa pada saat akan melakukan start lari jarak jauh.

4. Start Jongkok pada Posisi Aba-Aba

Ilustrasi lari. (Photo by Jonathan Chng on Unsplash)
Ilustrasi lari. (Photo by Jonathan Chng on Unsplash)

Jika ingin melakukan lari pada pertandingan atletik lainnya, sebaiknya melakukan gerakan start jongkok saat terdengar aba-aba start. Saat aba-aba start maka lakukan langkah seperti berikut:

  • Start aba-aba membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mendengar aba-aba start block.

  • Perhatikan posisi para atlet pada start jongkok, kemudian lakukan posisi 'bersedia' sehingga seorang atlet diusahakan konsentrasi penuh dan pendengaran harus dipusatkan pada aba-aba berikutnya.

  • Angkat pantat disertakan pinggul ke atas, lalu tekan kaki secara kuat pada penekukan, kemudian pandang ke depan minimal kurang lebih 10 m.

  • Setelah itu, lakukan berlari secara kencang jika ada aba-aba yang telah dibunyikan.

Sumber: Gurupenjaskes